TPI Cibaraja yang Melegenda kini telah Kehilangan ‘Ruhnya’?

Kamis, 7 Januari 2021 - 17:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Bagi warga Sukabumi dan sekitarnya, Tepat Pelelangan Ikan (TPI) atau Pasar Cibaraja, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi adalah legenda yang tak lekang dimakan zaman.

Tapi sejak tahun 2000, kegiatan pelelangan di pasar ini, menunjukkan penurunan yang sangat signifikan.

Salah satu pelaku sejarah Pasar Cibaraja, Oban Sobandi atau biasa disapa Bah Sobri (68), mengatakan, aktifitas pelelangan ikan di Cibaraja, sudah seperti mati suri dan kehilangan ruhnya.

“Ada kegiatan transaksi, tapi hanya dalam partai kecil saja. Dulu sebelum tahun 2000, jumlah ikan yang diperjualbelikan di pasar ini bisa sampai 4 sampai 5 ton sehari. Tapi sekarang, hanya sekitar 30 % saja. Apalagi setelah ada Cirata. Padahal benih ikan Cirata dipasok dari sini juga,” kata Sobri kepada jurnalsukabumi.com, Kamis (7/1/2021).

Penyebab lainnya kata Sobri, dikarenakan petani ikan saat ini lebih memilih melapak di rumah masing – masing. Artinya, para konsumen lebih memilih belanja langsung ke lapak petani ketimbang membeli kebutuhannya ke Pasar Cibaraja.

“Mungkin pedagang atau petani bisa langsung menentukan harga sendiri. Mereka lebih leluasa menjual dengan harga patokan sendiri. Tentu cara itu jauh lebih menguntungkan,” ujarnya.

Masalah lain yang menghimpit keberlangsungan Pasar Cibaraja adalah masalah suplay air yang semakin mengecil. Jarak dari sumber air Cisarua di Kadudampit ke lokasi pasar berjarak 7 kilometer.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan berpendapat, lesunya pemasaran di pasar Cibaraja karena jumlah pembeli yang semakin menyusut tajam.

“Hari ini, konsumen lebih memilih transaksi dengan sistem daring. Transaksi tatap muka, saat ini kurang efektif menjaring pelanggan,” ungkapnya.

Reporter: Usep Mulyana | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Tendangan Wabup Andreas Buka Persaingan 71 Sekolah di Bupati Cup 2026
PWI Sukabumi Buka Ruang Kolaborasi, Ajak IJTI Perkuat Ekosistem Pers
Nanan Apon Diganjar IJTI Award, Minisoccer Sangrawayang Jadi Wadah Potensi Anak Muda
Hadiri Muskorda IJTI, SMSI Sukabumi Raya Dorong Kolaborasi Pers DigitalĀ 
DLH Sukabumi Perkuat Pengawasan Lingkungan, Pelaku Usaha Diminta Taat Aturan
Traktor Bantuan Petani Cidadap Berpindah Wilayah, Setahun Kemudian Ditemukan Rusak
Pasokan Solar Nelayan Palabuhanratu Disanggupi 240 KL, HNSI Minta Fleksibel saat Darurat
DMCG Gandeng Tzu Chi Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis, 500 Warga Sukabumi Terlayani

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 13:54 WIB

Tendangan Wabup Andreas Buka Persaingan 71 Sekolah di Bupati Cup 2026

Minggu, 27 September 2026 - 09:59 WIB

PWI Sukabumi Buka Ruang Kolaborasi, Ajak IJTI Perkuat Ekosistem Pers

Minggu, 27 September 2026 - 06:48 WIB

Nanan Apon Diganjar IJTI Award, Minisoccer Sangrawayang Jadi Wadah Potensi Anak Muda

Sabtu, 26 September 2026 - 18:56 WIB

Hadiri Muskorda IJTI, SMSI Sukabumi Raya Dorong Kolaborasi Pers DigitalĀ 

Jumat, 25 September 2026 - 20:49 WIB

DLH Sukabumi Perkuat Pengawasan Lingkungan, Pelaku Usaha Diminta Taat Aturan

Berita Terbaru