Pergerakan Tanah Masih Menghantui Warga Nyalindung

Kamis, 7 Januari 2021 - 17:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Warga Kampung Ciherang, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, masih dihantui pergerakan tanah susulan disaat hujan turun.

Berdasarkan informasi yang dihimpun jurnalsukabumi.com, puluhan warga yang berada di RT. 01/02  dan RT. 02/02 pada saat itu sempat terdampak bencana tersebut sampai saat ini, masih trauma menempati rumahnya. Sebab, setiap hujan turun selalu ada pergerakan tanah apalagi disaat hujan deras.

“Warga yang terdampak Minggu 13 Desember 2020 lalu masih was-was bahkan harus bolak balik kepengungsian,” kata Eka Widiaman Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi kepada jurnalsukabumi.com, Kamis (7/01/21).

Lanjut ia, 19 kepala keluarga (KK) yang rumahnya berada di garis retakan sudah dikosongkan karena mereka khawatir melihat kondisi bilamana terjadi susulan yang lebih parah dari sebelumnya.

“19 KK ini atau rumah ini hanya 1 yang mengalami rusak sedang, sisanya rusak ringan,” tuturnya.

Menurutnya, tenda tenda yang akan disediakan BPBD atau tempat pengungsian tidak diperlukan untuk saat ini, karena warga lebih memilih mengungsi ke sanak sodaranya dan tidak jauh dari situ ada sekolah dasar yang bisa menampung seluruh masyarakat.

“Pergerakan ini masih terus kita pantau, soalnya dikekhawatirkan dengan cuaca seperti ini menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Mudah-mudahan, tidak ada bencana lagi agar tidak terlalu khawatir lagi,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kampung Ciherang, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung mengalami hujan dengan intensitas deras dan lama, sekitar pukul 18:00 WIB, sehingga mengalami pergeseran tanah yang mengakibatkan puluhan rumah retak dan sebagian rumah amblas akibat kejadian tersebut.

Reporter: Ilham Nugraha/Ifan Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

HUT ke-81 TNI: Rumkitban Pangrango Sukabumi Gelar Baksos Kesehatan dan Pengobatan Gratis
Tendangan Wabup Andreas Buka Persaingan 71 Sekolah di Bupati Cup 2026
Lahan Sawit di Parakansalak Terbakar, Petugas Gabungan Evakuasi Cepat 
Diduga Belum Kantongi Izin, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Dikeluhkan Warga
Uang Rp34,9 Juta Raib di Parungkuda, Diduga Digasak Pelaku Modus Gembos Ban
Satu Keluarga Terjun ke Jurang di Ciemas, Ayah Meninggal Dunia
Bawa Muatan 9 Ton, Truk Terguling di Tanjakan Baed Warungkiara
Pasokan Solar Nelayan Palabuhanratu Disanggupi 240 KL, HNSI Minta Fleksibel saat Darurat

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 22:04 WIB

HUT ke-81 TNI: Rumkitban Pangrango Sukabumi Gelar Baksos Kesehatan dan Pengobatan Gratis

Senin, 28 September 2026 - 13:54 WIB

Tendangan Wabup Andreas Buka Persaingan 71 Sekolah di Bupati Cup 2026

Sabtu, 26 September 2026 - 15:35 WIB

Diduga Belum Kantongi Izin, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Dikeluhkan Warga

Jumat, 25 September 2026 - 18:22 WIB

Uang Rp34,9 Juta Raib di Parungkuda, Diduga Digasak Pelaku Modus Gembos Ban

Jumat, 25 September 2026 - 15:08 WIB

Satu Keluarga Terjun ke Jurang di Ciemas, Ayah Meninggal Dunia

Berita Terbaru