Miris! Dua Ruang Sekolah Ini Tiga Tahun Dibiarkan Rusak?

Kamis, 10 Desember 2020 - 13:18 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kondisi dua lokal ruangan SDN Tegallega yang berada di Kampung Tegallega RT. 42/12, Desa Cijulang, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, sudah tidak layak.

Ironisnya lagi, keluhan tersebut sudah diraskaan tiga tahun lalu. Dan kini, kedua ruangan tersebut terpaksa dikosongkan karena atap bangunan dan dinding mulai rusak berat.

Diperparah, dengan plafon kelas yang mulai lapuk hingga sebagian genting pun mulai bocor akibat terpaan angin kencang dan cuaca ekstrim akhir-akhir ini. Dikekhwatirkan, kondisi buruk ini pun memaksan pihak sekolah untuk tidak menggunakan ruangan itu.

“Ya, jumlahnya dua lokal kondisi rusak berat dan tidak bisa dugunakan karena sudah tidak layak,” kata Seorang Guru SDN Tegallega, Ahmad SK Kepada jurnalsukabumi.com, Kamis (10/12/2020).

Di lokasi itu, terlihat dari beberapa dinding sudut kelas sudah terkelupas bahkan mulai berlumut. Parahnya lagi, atapnya bangunan yang mengkhawatirkan. Sesekali, pihak sekolah membersihkan ruangan kelas itu. Namun, reruntuhan sering jatuh akibat kondisi kayu yang sudah rapuh.

“Sekarang makin parah genting berjatuhan dan hancur setelah ada angin kencang hari Jumat tanggal 4 Desember 2020 lalu,” jelas Agus.

Bahkan, dengan kondisi pandemi saat ini pihak sekolah pun tidak bisa mengambil keputusan untuk merenovasi. Sebab, bantuan untuk sekolahnya pun tidak ada.

Padahal kata Agus, tiga tahun kebelakang pun sempat mengajukan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi untuk perbaikan, tapi hingga saat ini pengajuan tersebut belum ada tanggapan.

“Pihak sekolah sudah berusaha beberapa kali mengajukan perbaikan, bahkan sejak tahun 2017. Namun, belum ada respon oleh pihak terkait,” pungkasnya.

Reporter: Ilham Nugraha II Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Dua Truk ‘Adu Banteng’ di Parungkuda, Sopir Diduga Mengantuk
Pria Tenggelam di Sungai Cicatih Ditemukan Tewas
Ditutup Gabah Kering, Truk KDMP Diduga Selundupan 100 Jerigen PertaliteĀ 
Pengukuran Lahan Eks HGU PT AJA Difasilitasi Polisi, Tokoh Palabuhanratu Lengkapi Bukti Siapkan Gugatan PTUN
Ngeyel! Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Masih Beroperasi
Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Kebun Jati Sukabumi
Dua Remaja Terseret Ombak Pantai Cibuaya Ditemukan Tewas
Budi Azhar Minta Gubernur Segera Terbitkan Petunjuk Teknis Layanan RS Tanpa BPJS

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Dua Truk ‘Adu Banteng’ di Parungkuda, Sopir Diduga Mengantuk

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:24 WIB

Pria Tenggelam di Sungai Cicatih Ditemukan Tewas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Ditutup Gabah Kering, Truk KDMP Diduga Selundupan 100 Jerigen PertaliteĀ 

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:48 WIB

Pengukuran Lahan Eks HGU PT AJA Difasilitasi Polisi, Tokoh Palabuhanratu Lengkapi Bukti Siapkan Gugatan PTUN

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:37 WIB

Ngeyel! Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Masih Beroperasi

Berita Terbaru

Religi

BAZNAS Kabupaten Sukabumi Bawa Pulang Penghargaan Nasional

Jumat, 16 Okt 2026 - 12:22 WIB