JURNALSUKABUMI.COM – Pemda Sukabumi melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) memperkenalkan pengetahuan sejarah pada generasi milenial. Pengetahuan sejarah penting diperkenalkan agar mereka melek sejarah. Salah satunya kegiatan yang digagas Disbudpora yakni pengembangan museum Palagan Bojongkokosan Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Minggu (29/11/2020).
Sejarah sangat penting dalam kehidupan suatu bangsa, karena sejarah merupakan gambaran kehidupan masyarakat di masa lampau. Melalui sejarah, generasi milenial diharapkan mampu memahami apa yang telah terjadi di masa lalu. Peristiwa atau kejadian masa itu dapat di jadikan pedoman dan acuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
“kita ingin memberikan edukasi dan wawasan ilmu pengetahuan sejarah khususnya museum Bojong kokosan,” kata Yanti Iriyanti, Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpora kepada jurnalsukabumi.com.
Kegiatan kali ini kata dia, diadakan kegiatan belajar bersama di museum sesuai arahan kementerian agar mensosialisasikan museum swasta yang berada di Kota dan kabupaten Sukabumi. Pada acara tersebut, menghadirkan secara langsung pameran sejarah museum Soekabumi tempo doeloe, museum Prabu Siliwangi, Yayasan museum Ki Pahare Dan sejarah Kopi Soekabumi.
“Kita sangat mengapresiasi terhadap kaum milenial selaku generasi muda yang mengikuti kegiatan ini dari mulai pukul 08.00 sampai 15.00 WIB,” imbuhnya.
Melalui napak tilas sejarah, diharapkan dapat membentuk sikap peduli serta menambah
kecintaan generasi milenial terhadap peninggalan sejarah, baik dari masa pra sejarah hingga masa modern. Oleh karena itu, penting bagi generasi milenial untuk dapat melestarikannya, agar Indonesia tidak kehilangan jati diri sebagai bangsa yang kaya akan nilai-nilai sejarah dan budaya.
“Berbagai paparan diberikan, selain sejarah tentunya tentang lingkungan hidup, tentang nilai-nilai tradisi seperti halnya yang berada di museum Ki Pahare tentang nilai tradisi masyarakat tempo dulu yang harus diketahui oleh generasi muda,” jelasnya
Sementara Edukator Museum Bojongkokosan, Wawan Suwandi menambahkan, berbagai jenis benda bersejarah yang dipajang di dalam museum Bojongkokosan ini, dari mulai ruang pameran I terdapat 4 (empat) buah vitrin, baling-baling, kaca jendela pesawat serta foto nama-nama pahlawan yang gugur di medan perang dalam peristiwa Bojongkokosan.
“Bojongkokosan merupakan tempat terjadinya peristiwa Perang Konvoi atau lebih dikenal dengan Pertempuran Bojongkokosan melawan tentara Inggris dan NICA pada tahun 1945 sampai 1946,” jelasnya.
Selain itu, pada ruang pameran II terdapat miniatur masterplan Palagan Bojongkokosan yang berada di tengah-tengah ruangan terdapat 7 minirama (maket) yang menggambarkan tentang peristiwa di Bojongkokosan yakni Penyusunan Kekuatan, Musyawarah untuk melakukan tindakan, Penyerbuan ke Perkebunan Cirohani, Pertempuran Bojongkokosan, Pemboman Cibadak oleh Angkatan Udara Kerajaan Inggris, Pengusungan Jenazah dan yang luka-luka serta pemakaman jenazah para Pahlawan.
“Benda sejarah merupakan salah satu identitas bangsa yang perlu dilestarikan dan diselamatkan di masa mendatang,” pungkasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Usep Mulyana












