JURNALSUKABUMI.COM – Anggota DPRD Fraksi Gerindra Usep Wawan melaksanakan Reses III yang dilaksanakan sejumlah titik di Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jumat, (23/10/20).
Dalam kegiatan reses pada kali ini ada dua aspirasi yang ditampungnya menjadi bahan pertimbangan dan pokok-pokok pikiran nanti. Yakni minimnya keberadaan Tapal Batas antar desa atau kampung dan keberadaan Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang kumuh dan semrawut.
“Tapal batas desa atau kampung ini memang menjadi keluhan warga. Hal ini adalah kaitan dengan tata kelola pemerintahan dalam mengelola daerahnya,” ungkap Usep Wawan kepada jurnalsukabumi.com.
Menurut Usep Wawan, kenapa tapal batas ini penting, dengan tujuan yang pertama mengetahui geografis batas desa atau kampung tersebut secara fisik dan kedua tata kelola, dimana saat ada sejumlah warga luar desa atau kampung tersebut bisa mengetahuinya dengan mudah mengakses.
“Lihat saja di daerah tata kelola yang bagus, seperti halnya di Jogjakarta petunjuk arah atau lokasi tapal batas sangat baik dan berdiri tegak, bahkan petunjuk sejumlah lokasi mulai dari arah Ketua RW, Ketua RT hingga lokasi lainnya ada petunjuknya,” katanya.
Untuk keluhan yang kedua, menyoal keberadaan TPU yang semrawut dan kondisinya memperihatinkan, yang paling arah lagi TPU tersebut berada di pingiir jalan.
“Kita sudah harus memasuki era modern, bagaimana konsep TPU terhindar dari area yang angker dan serem. Tapi bagaimana membuat indah, karena TPU dalam bahasa sunda sering disebut astana yang seharusnya keberadaan memang layak dan pantas,” pungkasnya.
Reporter: Ifan || Redaktur: FK Robbi












