Mentan Pastikan Sistem Ketahanan Pangan di Sukabumi Kuat di Masa Pandemi

Senin, 12 Oktober 2020 - 19:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke sejumlah lokasi yang berada di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (12/10/2020).

Dalam kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan pelaksanaan sistem ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Sukabumi, tetap berjalan baik walaupun di tengah-tengah Pandemi Covid-19.

“Kunjungan kerja ke Kabupaten Sukabumi ini dalam rangka melihat persiapan pemerintah daerah melaksanakan ketahanan pangan dalam situasi pandemi saat ini,” ujarnya saat kunjungan ke Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat.

Kunjungan ke Sukabumi kali ini kata dia, untuk meninjau proses korporasi petani dari mulai menanam, memproduksi sampai proses penjualannya berjalan baik.

“Proses korporasi petani dari mulai onpram ke opam itu harus terkoneksi dengan kuat. Karena jangan sampai produksi hasil pertanian tidak laku dijual. Buat apa petani cape – cape menanam tapi hasilnya tidak ada yang membeli,” ujarnya. Sebelumnya,.dia sempat berkomunikasi dengan bupati tentang pentingnya menjaga dan memperbaiki sistem ketahanan pangan bagi masyarakat.

“Kemarin saya bicara dengan Pak Bupati didampingi DPR komisi IV membahas tentang proaes onpram dan opam yang harus terkonekasi dengan baik. Pangan adalah satu komoditas yang sangat dibutuhkan rakyat saat masa pandemi ini,” jelasnya.

Disamping itu kata Syahrul, pihaknya juga melakukan peninjauan lapangan terkait ketersediaan pasokan daging. Karena salah satu cara melindungi dan meningkatkan imunitas tubuh adalah dengan mengkonsumsi makanan yang memiliki nutrisi tinggi, salah satunya daging.

“Saya cek langsung masalah stok daging di peternakan. Agar bisa memenuhi kebutuhan warga. Karena penyebaran Covid-19, saat ini semakin tinggi, maka kita harua memperkuat dengan selalu menkonaumsi makanan bergizi dan bernutrisi tinggi,” imbuhnya.

Sejauh ini ungkap dia, pelaksanaan ketahanan pangan di Sukabumi sudah berjalan baik. Yang perlu disaat sekarang, tinggal meningkatkan akselerasinya akan yang harus dijaga, agar terkoneksi dengan baik pula.

Namun, sambung dia ada beberapa hal yang harus disempurnakan agar konektivitasnya antara hulu dengan hilir ini bisa berjalan dengan lancar. “Saya sudah berkoordinasi dengan semua stakeholders termasuk dengan pemerintah daerah, Kementrian BUMN dan Gapoktan untuk bisa menyerap hasil pertanian yang dihasilkan dari kerja keras petani sendiri,” tutupnya.

Reporter: Rizky Miftah II Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

Gagal Kabur, Ayah Diduga Cabuli Anak Kandung Dibekuk Polisi di Parungkuda
Emak-emak Terdampak Pergeseran Tanah di Bantargadung Tagih Janji Relokasi
Beasiswa Gubernur Jawa Barat 2026 di Nusa Putra University, Berikut Syaratnya!
Fatal! Dokumen MCU Tertukar, Kesempatan Kerja Warga Sukabumi Nyaris Terancam
Jeruji Sel Dijebol, Tahanan Polsek Lengkong Kabur dan Lukai Polisi Saat Dikejar
Kejari Sukabumi Terima Pelimpahan Kasus Kematian Nizam, Ayah Kandung Jadi Tersangka
Pengembang Perum Pratama Residence Cijulang Kembali Didemo, Warga: Stop Janji Busuk! 
Truk Wingbox Terguling Usai Hantam Mobil Listrik BYD di Exit Tol Parungkuda

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:52 WIB

Gagal Kabur, Ayah Diduga Cabuli Anak Kandung Dibekuk Polisi di Parungkuda

Senin, 29 Juni 2026 - 12:45 WIB

Beasiswa Gubernur Jawa Barat 2026 di Nusa Putra University, Berikut Syaratnya!

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:34 WIB

Fatal! Dokumen MCU Tertukar, Kesempatan Kerja Warga Sukabumi Nyaris Terancam

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:12 WIB

Jeruji Sel Dijebol, Tahanan Polsek Lengkong Kabur dan Lukai Polisi Saat Dikejar

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:56 WIB

Kejari Sukabumi Terima Pelimpahan Kasus Kematian Nizam, Ayah Kandung Jadi Tersangka

Berita Terbaru