JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Sukabumi menggulirkan sejumlah program dalam rangka kesiapan dan ketahanan di Sukabumi yang berbasis tingkat masyarakat, adapun program yang digenjot saat ini yakni mulai dari memberikan laporan kondisi pangan ke kementerian dan pangan lestari.
“Program kami yakni pangan lestari yaitu bagaimana memberikan percepatan kekuatan pangan di 12 titik kecamatan di Sukabumi,” ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sukabumi Adi Purnomo, kepada jurnalsukabumi.com, Jumat (08/10/20).
Percepatan yang dilakukannya yakni, bagaimana masyarakat untuk menanam di pekarangan rumah dengan berbagai alat seadanya dan ternak baik ikan, hewan kaki dua dan empat di rumah.
“Dari 12 titik tersebut yakni Jampangkulon, Gegerbitung, Cikidang dan lainnya, hal ini untuk menguatkan ketahanan pangan tingkat keluarga,” jelasnya.
Nah untuk ketahan pangan tingkat Kabupaten Sukabumi program stok pangan aman yakni Pemkab Sukabumi memiliki stok beras cadangan sebanyak 70 ton yang berada di setiap desa dua ton.
“Setiap desa untuk menggunakan DD atau ADD menyiapkan pangan dua ton. Harus dikawal bersama yakni dengan Lembaga Pangan Masyarakat (LPM),” tuturnya.
Menanggapi hal tersebut Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi Siti Hilamiati Fauziah menjelaskan, program Dinas Ketahanan Pangan (DKP) sebenarnya memiliki peran penting yang masuk ke berbagai dinas atau lieding sektor yakni Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, Dinas Perikanan dan Diakoprindag.
“DKP bukan hanya membuat progam sendiri. Tapi bagaimana mengontrol semua perkembangan dinas. Contohnya Dinas Pertanian dalam menanam pangan, DKP berkoordinasi apa yang memang harus ditanam dan peluang apa yang memang bisa membuat petani lebih sejahtera,” katanya.
Ditambahkan Siti, DKP jangan hanya berwacana saja, tapi bagaimana perannya adalah mengontrol semua dinas yang berperan menjaga ketahanan pangan.
“Mulai dari harga pangan berkoordinasi dengan Diskoprindag, untuk ternak yang memang menjanjikan dan produk lokal kerjasama dengan Dinas Peternakan. Cakupan DKP luas tidak melulu hanya memperhatikan stok aman dan siap saja,” pungkasnya.
Reporter: Redaksi












