Jaringan Mahasiswa Sukabumi Tagih Janji Forkopimda Batalkan UU Omnibus Law

Senin, 12 Oktober 2020 - 16:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Ratusan mahasiswa dari berbagai universitas dan perhimpunan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Sukabumi, mengelar aksi unjuk rasa didepan Balai Kota dan DPRD Kota Sukabumi, Senin (12/10/2020).

Dalam aksinya mereka menuntut Forum komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang terdiri dari Pemkot, DPRD dan Polresta Sukabumi Kota, memenuhi janjinya untuk memproses lebih lanjut seluruh tuntutan mahasiswa dan elemen masyarakat lain saat demo penolakan pengesahan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja, Kamis (9/10/2020) lalu.

Massa pendomo menuntut Pemkot Sukabumi, segera mengajulan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi. Tuntutan yang sama juga dialamatkan ke DPRD Kota Sukabumi, untuk menolak Undang-undang Cipta Kerja secara tertulis.

Terakhir, mereka (mahasiswa,red) menuntut pertanggungjawaban Polresta Sukabumi, yang bertidak keras terhadap pendemo. Sehingga mengakibatkan banyak mahasiswa yang terluka.

Berdasarkan pantauan dilapangan, ratusan mahasiswa dalam sebelum bergerak ke Balai Kota Sukabumi dan DPRD Kota Sukabumi mahasiswa mulai berkumpul sekitar pukul 10.00 WIB.

Sekitar pukul 11.30 WIB, mahasiswa mulai bergerak menuju ke arah Balai Kota Sukabumi. Seibanya di Balai Kota Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dan Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni menyambut kedatangan mahasiswa.

“Dalam aksi sebelumnya pak wali kota telah sepakat akan menyelesaikan Yudicial Review. Namun hingga saat ini belum juga di selesaikan,” kata seseorang mahasiswa yang melakukan orasi dengan menggunakan pengeras suara didepan Balai Kota.

Sementara itu, Wali Kota Sukabumi Acmad Fahmi mengatakan, pihaknya sedang memproses Yudicial Riview dan belum selesai. “Yudicial Review tersebut masih dikalakukan, dan belum selesai, namun untuk menyakinkan rekan-rekan mahasiwa kita akan sampaikan,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sumarni mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan terjadinya insiden kericuhan antara mahasiswa dan pihak aparat.

“Atas kejadian kemarin, saya sekalu pimpinan diwilayah hukum Polres Kota Sukabumi, serta penanggung jawab dalam aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh tersebut, merasa prihatin. Semoga kejadian serupa tidak terulang lagi,” tutupnya.

Reporter: Rizky Miftah II Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

407 Jiwa Mengungsi Akibat Pergerakan Tanah di Bantargadung Sukabumi
Digiring Pakai Rompi Oranye, Kades Neglasari Jadi Tersangka Korupsi Rp394 Juta
Angin Kencang Sapu Kota Sukabumi Dilaporkan Pepohonan Tumbang hingga Atap Ambruk
Sambil Ngabuburit, Kawasan Odeon Chinatown Sukabumi Jadi Buruan Kuliner Ramadan
Farhat Abbas Turun Gunung, Jadi Kuasa Hukum Anwar Ayah Nizam
Zona Merah di Palabuhanratu Kembali Bergerak, Satu Rumah Ambruk dan Puluhan KK Terdampak
Rentang Empat Jam Mengungkap Tragedi Almarhum Nizam, Polisi Petakan Fakta Baru
Jeritan Santriwati Terungkap, Dai Kondang Resmi Dilaporkan ke Polisi

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 20:15 WIB

407 Jiwa Mengungsi Akibat Pergerakan Tanah di Bantargadung Sukabumi

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:03 WIB

Digiring Pakai Rompi Oranye, Kades Neglasari Jadi Tersangka Korupsi Rp394 Juta

Rabu, 4 Maret 2026 - 18:05 WIB

Angin Kencang Sapu Kota Sukabumi Dilaporkan Pepohonan Tumbang hingga Atap Ambruk

Rabu, 4 Maret 2026 - 16:08 WIB

Sambil Ngabuburit, Kawasan Odeon Chinatown Sukabumi Jadi Buruan Kuliner Ramadan

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:06 WIB

Farhat Abbas Turun Gunung, Jadi Kuasa Hukum Anwar Ayah Nizam

Berita Terbaru