JURNALSUKABUMI.COM – Tiga Pasang Calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati Sukabumi telah mendapatkan no urut masing-masing yakni Paslon Adjo Sardjono-Iman Adinugraha (AMAN) No 1, Marwan Hamami-Iyos Somantri (Marios) No 2 dan Abu Bakar-Sirojudin (Pas) No 3, Apa makna bagi Paslon dari no urut tersebut, ini penjelasannya.
Pasangan dengan jargon AMAN mendapatkan no urut 1, sesuai dengan tagline yang terus digembor-gemborkan yakni “Sukabumi Unggul” sehingga angka 1 dengan makna juara.
“No 1 artinya juara atau pemenang, karena kami yakin yang menang hanya satu dan no satu,” ungkap Adjo Sardjono.
Terkait visi yang akan diembannya sendiri adalah membangun Sumberdaya Manusia (SDM) yang unggul, bagaimana pengembangan agrobisnis, wisata dan pertanian harus menjadi unggulan.
“Ada 17 program yang kami prioritaskan dari berbagai sektor mulai dari kesehatan, keagamaan, pendidikan, wisata, pertanian agraria dan yang lainnya,” jelasnya.
Sementara itu, Paslon dengan jargon Marios mendapatkan no urut 2 sendiri sesuai apa yang memang yang diharapkan dan diprogramkan selanjutnya, sehingga angka dua ini merupakan angka keseimbangan yakni adanya api dan air, adanya siang dan malam dan yang lainnya.
“Angka dua ini angka berpasangan, dan melanjutkan kepemimpinan dua periode, pada lima tahun lalu kami mencalonkan nomor dua dan menang, saat ini kami optimis menang hanya beda wakilnya saja saat ini,” ungkap Marwan Hamami.
Menyoal visi-misi yang digagasnya, pasangan Marios sendiri sesuai dengan program awal yakni mengedepankan masyarakat yang religius, hal ini adalah pondasi diri dalam manusia yakni masyarakat religius.
“Setelah pada diri SDM terbentuk religius, bagaimana mengembangkan masyarakat yang inovatif dan sejahtera, secara lahir dan batin, nah lahir batin ini dua makna yang mendalam dan harus ada diri masyarakat Sukabumi,” jelasnya.
Sementara itu Paslon dengan Jargon Pas, makna no urut tiga sendiri adalah angka ganjil, angka yang memang disukai oleh Rasulullah, selain itu pasangan Pas sendiri memang pada waktu terakhir saat Abu Bakar akan mencalonkan diri.
“Angka tiga angka ganjil, angka yang memang diturunkan oleh Gusti Allah kepada kita,” katanya.
Menurut Abu Bakar, hadirnya mencalonkan di belakang sendiri, dengan alasan bagaimana pasangan dirinya bisa menjadikan pasangan yang harmoni dan bersih. Yakni pasangan yang bisa menjalankan program yang belum dan tidak direalisasikan oleh kedua pasangan atau petahana.
“Bagaimana Sukabumi yang penuh potensi ini bisa dirasakan oleh warga. Jangan hanya jadi penonton baik dalam wisata, pertanian dan yang lainnya. Bahkan sumberdaya alam yang keruk oleh orang yang tak bertanggung jawab dan warga menjadi penonton,” pungkasnya.
Reporter: Redaksi












