Warga Ngeluh, Air dari Gunung Salak Keruh Pasca Banjir Bandang

Rabu, 23 September 2020 - 17:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kondisi air yang bersumber dari mata air Gunung Salak kini kondisinya keruh. Keruhnya air yang kerap dipakai untuk kebutuhan rumah tangga itu seperti terpantau mengalir ke Kampung Cimalati, Desa Pasawahan, Kabupaten Sukabumi, keruh, Rabu (23/09/2020).  

Padahal, pasca terjadinya banjir bandang yang menghantam kawasan Kampung Cibuntu, Desa Pasawahan, Cicurug, Senin (21/09/2020) sore, aliran air ke permukiman warga sempat tersendat.

“Sudah dua harian air tidak ada yang bersumber dari atas (Gunung Salak, red). Setelah kami cek tadi pagi, ternyata memang ada pipa atau paralon lepas akibat banjir,” ungkap warga Cimalati, Supriyadi (50) kepada jurnalsukabumi.com, Rabu (23/09/2020).

Menurutnya, baru pada sore ini air kembali mengalir. Namun, kondisinya cukup keruh. Keruhnya air itu, diperkirakannya akibat sumber air dari gunung terganggu karena terjadinya bencana banjir besar.

“Di sini saja puluhan rumah, airnya untuk kebutuhan rumah tangga berasal dari sana. Ada juga beberapa rumah yang menggunakan air sumur. Padahal biasanya, air dari gunung jernih. Suka sih keruh, kalau pas hujan besar,” bebernya.

Subrata (60), warga lainnya berharap dinas terkait mengecek saluran atau pipa air secara menyeluruh. Sehingga, begitu ada kerusakan bisa segera diperbaiki. “Kalau bisa dicek keseluruhan saluran pipanya. Soalnya, air dari gunung itu banyak digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari,” tandasnya.

Untuk diketahui, banjir bandang tersebut akibat meluapnya Sungai Cicatih. Dampaknya, sedikitnya 300 rumah warga di tiga kecamatan, yakni Cucurug, Parungkuda, dan Cidahu rusak,  menyeret beberapa unit mobil, hingga menewaskan dua jiwa dan satu orang hilang.

Dugaan sementara, banjir bandang itu  akibat jebolnya embung air terjun Citaman di kawasan Gunung Salak, Kabupaten Sukabumi. Hal itu dikatakan Dandim 0607 Kota Sukabumi, Letkol INF Danang Prasetyo saat di lokasi bencana di Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Rabu (23/09/2020).

 “Peyebabnya itu Curug Citaman yang tadinya dia mempunyai seperti penadah air terjun yang berbentuk mangkok itu pecah sehingga debit air yang tadinya bias biasa-saja menjadi deras dan membuat Sungai Cicatih meluap,” ujarnya kepada Jurnalsukabumi.com.

Lanjut dia, akibat jebolnya embung itu banyak bongkahan batu hingga kayu terbawa oleh derasnya air, sehingga luas aliran Sungai Cicatih menyempit hingga akhirnya meluap ke permukiman warga.

“Banyak material yang terbawa karena debit air yang besar. Selain itu, membawa bongkahan batu akhirnya membabat pohon yang dilewatinya,” jelas Danang.

Reporter: CR1/Rizky Miftah | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:53 WIB

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:30 WIB

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan

Berita Terbaru