Penyakit Ini Banyak Hinggapi Korban Banjir Bandang Cicurug, Apa Saja?

Rabu, 23 September 2020 - 19:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Mayoritas warga terdampak korban banjir, khususnya di sekitar Kampung Cibuntu, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi mengalami sakit sendi. Kondisi itu terungkap dari hasil pemeriksaan petugas kesehatan secara door to door ke sejumlah korban banjir yang menerjang ratusan rumah tersebut, Rabu (23/09/2020).

Menurut petugas medis, dr Fifi Anis Safitri dari hasil pemeriksaan kebanyakan warga korban banjir kecapean, sehingga mereka mengalami sakit di bagian sendi-sendinya. “Penanganannya kami sudah berikan obat. Kebanyakan mengeluh sakit sendi, mungkin karena kecapean,” ungkap dokter insentif di Klinik Wijaya Kusuma Cicurug ini.

Dari sekian banyak korban, sambung Fifi, ditemukan dua warga yang mengalami trauma akibat bencana banjir. Penanganan kedua korban itu, berbeda dengan kebanyakan warga lainnya.

“Kami sudah memberikan petunjuk agar datang ke puskesmas dan nantinya akan dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut,” paparnya.

Sementara itu, ratusan tim SAR gabungan masih terlihat bahu-membahu mengevakuasi dan membersihkan puing-puing material sisa banjir di salah satu titik terparah terdampak banjir bandang yang terjadi pada Senin (21/09/2020)  sore lalu. Lokasinya di Kampung Cibuntu, Pasawahan, Cicurug.

Dalam tragedi bencana yang menghantam sedikitnya 300 unit rumah di tiga kecamatan itu menelan tiga jiwa. Dua warga sudah ditemukan dalam kondisi tewas atas nama Jeje alias Juned (60) dan Hasyim (60). Sementara hingga memasuki ketiga, korban bernama Anang alias Ajo (25) masih proses pencarian dan belum ditemukan.

Dugaan sementara, tragedi yang mengakibatkan rusaknya ratusan rumah di tiga kecamatan, yakni Cucurug, Parungkuda, dan Cidahu rusak,  menyeret beberapa unit mobil, hingga menewaskan dua jiwa dan satu orang hilang itu, akibat jebolnya embung air terjun Citaman di kawasan Gunung Salak.

Reporter: CR1/Rizky Miftah | Redaktur: E Sulaeman 

Berita Terkait

Kejati Jabar Tahan Sekretaris DPRD Indramayu Terkait Korupsi Tunjangan Senilai Rp18,7 Miliar
Bupati Asep Japar Titip Pesan untuk Pemuda Sukabumi: Jaga Persatuan, Bangun Daerah
Viral Adu Jotos di Padepokan Ciracap, Dua Orang Kini Berstatus Tersangka
Tragis! Ayah dan Anak Terseret Ombak di Pantai Istiqomah Sukabumi Sang Ayah Tewas
Tantan Sulton Tekankan Profesionalisme Wartawan, PWI Sukabumi Diminta Perkuat Kompetensi!
SMSI-RRI Bersatu Lawan Hoaks, Perkuat Kompetensi dan Informasi Pembangunan
Deretan Pedagang Oleh-oleh di Pamuruyan Kembali Disorot, Pengawasan Satpol PP?
Bodi Truk Menjepit Kaki Sopir, Combi Tool hingga alat penarik Dikerahkan untuk Evakuasi Korban

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Kejati Jabar Tahan Sekretaris DPRD Indramayu Terkait Korupsi Tunjangan Senilai Rp18,7 Miliar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Bupati Asep Japar Titip Pesan untuk Pemuda Sukabumi: Jaga Persatuan, Bangun Daerah

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:13 WIB

Viral Adu Jotos di Padepokan Ciracap, Dua Orang Kini Berstatus Tersangka

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:38 WIB

Tragis! Ayah dan Anak Terseret Ombak di Pantai Istiqomah Sukabumi Sang Ayah Tewas

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:51 WIB

Tantan Sulton Tekankan Profesionalisme Wartawan, PWI Sukabumi Diminta Perkuat Kompetensi!

Berita Terbaru