JURNALSUKABUMI.COM – Mayoritas warga terdampak korban banjir, khususnya di sekitar Kampung Cibuntu, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi mengalami sakit sendi. Kondisi itu terungkap dari hasil pemeriksaan petugas kesehatan secara door to door ke sejumlah korban banjir yang menerjang ratusan rumah tersebut, Rabu (23/09/2020).
Menurut petugas medis, dr Fifi Anis Safitri dari hasil pemeriksaan kebanyakan warga korban banjir kecapean, sehingga mereka mengalami sakit di bagian sendi-sendinya. “Penanganannya kami sudah berikan obat. Kebanyakan mengeluh sakit sendi, mungkin karena kecapean,” ungkap dokter insentif di Klinik Wijaya Kusuma Cicurug ini.
Dari sekian banyak korban, sambung Fifi, ditemukan dua warga yang mengalami trauma akibat bencana banjir. Penanganan kedua korban itu, berbeda dengan kebanyakan warga lainnya.
“Kami sudah memberikan petunjuk agar datang ke puskesmas dan nantinya akan dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut,” paparnya.
Sementara itu, ratusan tim SAR gabungan masih terlihat bahu-membahu mengevakuasi dan membersihkan puing-puing material sisa banjir di salah satu titik terparah terdampak banjir bandang yang terjadi pada Senin (21/09/2020) sore lalu. Lokasinya di Kampung Cibuntu, Pasawahan, Cicurug.
Dalam tragedi bencana yang menghantam sedikitnya 300 unit rumah di tiga kecamatan itu menelan tiga jiwa. Dua warga sudah ditemukan dalam kondisi tewas atas nama Jeje alias Juned (60) dan Hasyim (60). Sementara hingga memasuki ketiga, korban bernama Anang alias Ajo (25) masih proses pencarian dan belum ditemukan.
Dugaan sementara, tragedi yang mengakibatkan rusaknya ratusan rumah di tiga kecamatan, yakni Cucurug, Parungkuda, dan Cidahu rusak, menyeret beberapa unit mobil, hingga menewaskan dua jiwa dan satu orang hilang itu, akibat jebolnya embung air terjun Citaman di kawasan Gunung Salak.
Reporter: CR1/Rizky Miftah | Redaktur: E Sulaeman












