JURNALSUKABUMI.COM – Sebanyak 20.240 pemilik usaha Mikro dan Ultra Mikro sudah mendaftar ke Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskopdagrin) Kota Sukabumi, untuk mendapatkan modal usaha dari pemerintah pusat dengan jumlah sebesar Rp 2,4 Juta.
Kepala Seksi Pembinaan dan Pemberdayaan Usaha Mikro Diskopdagrin Kota Sukabumi Martin Wahyudi mengatakan, jumlah tersebut didapat setelah dilakukan pendataan selama dua tahap sejak pemerintah pusat membuat rencana tentang pemberian modal usaha kepada para pelaku UMKM di seluruh Indonesia.
“Setelah dilakukan pendataan tahap 1 sampai 30 Agustus kemarin kita melakukan rapat bersama Pemprov Jabar dan Kementrian, kita diarahkan untuk membuka kembali tahap dua sampai dengan 11 September hari Jum’at kemarin dan saat ini sudah terdata sebanyak 20.240 Usaha Mikro di Kota Sukabumi,” ujarnya kepada Jurnalsukabumi.com, Selasa (17/09/2020).
Lanjut dia, proses pendaftaran sudah ditutup
pada Jum’at (11/09) kemarin. Sementara untuk data pemilik usaha Mikro dan Ultra Mikro yang sudah berhasil mendaftar, akan mulai dikirimkan hari ini ke Kementrian Koperasi dan Perdagangan Republik Indonesia untuk tahap verifikasi.
“Kemarin kita masih membersihkan data, mengecek apakah ada NIK atau nomor HP yang kurang dan lebih. Karena ini sangat terpengaruh misalkan jika ada nmr lebih itu tidak bisa terverifikasi,” imbuhnya.
Untuk penyaluranya Ia menjelaskan, jika data pemilik usaha sudah lulus terverifikasi oleh Kementrian, para pemilik usaha nantinya akan mendapatkan informasi melalui pesan singkat ke setiap penerima bantuan, melaluli Bank Himbara milik Pemerintah. Setelah itu penerima tinggal melengkapi persayaratan seperti Surat Keterangan Usaha (SKU) hingga surat pertanggung jawaban yang harus mereka tandatangani.
“Jika yang tidak punya rekening nanti akan difasilitasi, misallkan ada pesan informasi dari bank BRI, pihak bank yang akan membuatkan rekening tanpa biaaya. Itu langsung dari Pemerintah Pusat tidak ada yang melalui Pemerintah Kota,” imbuhnya.
Adapun saat ini di Kota Sukabumi, kata dia sudah ada para UMKM yang sudah mendapatkan bantuan modal yang sudah sesuai ditetapkan oleh Kementrian.
“Kalo jumlah nya saya tau secara rinci tapi sudah beberap pemilik usaha yang sudah mendapatkan informasi melalui sms yang mereka terima dan itu silahkan untuk dapat berkoordinasi dengan dengan pihak Kelurahan dan pihak Bank untuk membuat persayaratan,” tuturnya.
Dengan adanya bantuan tersebut, ia berharap dapat membantu memulihkan perekonomian para UMKM, yang belum terakses credit di perbankan, agar usahanya berjalan kembali dan membantu pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
“Mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat untuk UMKM dan bisa tepat sasaran dalam implementasinya,” tutupnya.
Reporter: Rizky Miftah II Redaktur: Ujang Herlan











