JURNALSUKABUMI.COM – Didin Jamaludin, sosok teladan sang “Pahlawan Tanpa Jasa” kelahiran Sukabumi 08 Mei 1973, terkenal mampu berbaur dan terus mengayomi hingga menjadi sahabat bagi para muridnya.
Selain itu, tutur kata dan senyum Kepala SMAN 1 Cikakak, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi ini juga mampu meluluhkan hati semua orang. Bahkan, kabar mengejutkan muncul akhir-akhir ini dan ramai menjadi buah bibir.
Lantaran, aksi sederhana mengendarai motor jadul jenis Honda Supra Fit yang diniatkan alumnus S2 Universitas Pakuan Bogor ini untuk bisa datang ke sekolah lebih awal, malah menjadi sorotan media massa.
“Awalnya hanya menghindari kemacetan karena ingin datang ke sekolah tepat waktu. Eh, malah jadi rame begini,” kata Didin Jamaludin sesaat dihubungi jurnalsukabumi.com, Kamis (10/09/2020).
Tidak hanya itu, mantan Finalis Simposium guru Nasional tahun 2018 dan Juara Guru Berprestasi Kabupaten Sukabumi tahun 2016 ini mengaku, tidak malu akan hal tersebut. Malah, dia berharap menjadi contoh bagi muridnya.
“Mengajar adalah usaha guru menciptakan dan mendesain proses belajar pada siswa. Jadi yang terpenting dalam belajar mengajar itu bukanlah bahan yang disampaikan oleh guru, akan tetapi proses siswa dalam mempelajari bahan tersebut,” pesan Didin, yang juga sebagai Ketua Forum Komunikasi Serjana Sukabumi itu.
Sesaat disinggung soal motor jadulnya, ia pun mengaku motor milik kesayangnya tersebut masih cepat dan sangat irit. Terlebih, menjadi saksi sejarah perjalanannya selama ini.
“Jujur, motor Supra Fit 2005 ini menyimpan kisah suka duka. Dan merupakan hasil kredit selama 3 tahun waktu jadi Guru Bantu yang dimana pada waktu itu, saya hanya menerima gaji Rp 460 ribu perbulan,” ulasnya.
Wakil Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PPKn SMA Provinsi Jawa Barat 2018-2021 ini menghimbau, untuk tetap bisa menikmati dunia pendidikan meski dengan kesederhanaan.
“Intinya, demi menuai cita-cita tetap berjuang meski ada di garis kesederhanaan. Dan saya pun berencana akan mengkampanyekan ke sekolah naik sepeda, apalagi yang jaraknya hanya 3 km saja,” pungkasnya.
Reporter: CR1 II Redaktur: Ujang Herlan












