JURNALSUKABUMI.COM – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) terus mendorong peningkatan infrastruktur secara maksimal.
Terbukti, hingga akhir tahun 2020 ini tercatat 80 persen jalan rusak di Kabupaten Sukabumi sudah rampung diperbaiki. Tak hanya itu, peningkatan infrastruktur seperti jembatan rusak yang dirasakan sudah tidak representatif lagi untuk dilewati pun seolah tak terlewatkan.
Seperti halnya, perbaikan jembatan Cileuleuy yang merupakan akses utama penghubung Desa Sukatani dan Desa Sukakersa di Kecamatan Parakansalak. Kini, pengerjaan tersebut seolah menjawab impian masyarakat di dua desa tersebut.
“Alhamdulilah, ucapan terimakasih kepada Pemda Kabupaten Sukabumi dan Dinas PU. Khususnya kepada Bapak Bupati, Marwan Hamami dan tak lupa juga kepada Dewan A.Yamin yang telah merealisasikan program ini,” ujar Kepala Desa Sukakersa, Deden Deni Wahyudin kepada jurnalsukabumi.com, Selasa (08/09/2020).
Kendati, perbaikan jembatan kali ini hanya bersifat sementara kembali, akan tetapi kegembiraan warga sangat dirasakan lantaran sudah hampir satu tahun impian tersebut dinantikan.
“Ini bisa masuk juga tahap pemeliharaan. Karena awalnya, direncanakan tahun ini akan dibangun permanen dengan nominal kisaran Rp 1,5 m. Namun, dikarenakan refokusing jadi hanya kisaran Rp 200 juta,” harap pria yang juga menjabat Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia Kabupaten Sukabumi itu.
Di tempat yang sama, hal senada diungkapkan Kepala Desa Sukatani Ujang Suryana. Ia mengaku dengan ada adanya perbaikan jembatan ini jelas akan berdampak positif terhadap pemulihan perekonomian warga.
“Selain itu, akses utama antar desa ini akan kembali normal. Sehingga kendaraan roda empat tidak harus putar arah dan kembali bisa dinikmati akses yang lebih dekat,” sambungnya.
Terpisah, Camat Parakansalak Royani menambahkan, pembangunan jembatan tersebut masih bersifat sementara yang dibiayai bersumber dari APBD Kabupaten Sukabumi tahun anggaran 2020 melalui Dinas PU.
“Sebenarnya terhambat akibat covid-19. Dan berharap, semoga rencana di tahun 2021 bisa dibangun permanen,” jelasnya.
Jika usai perbaikan pihaknya menghimbau, kepada awak armada kendaraan yang bertonase tinggi tidak melewati jembatan tersebut. Karena masih bersifat sementara.
“Dan berumur minimal satu tahun kedepan, karena pembangunan permanen jembatan tersebut baru bisa dianggarkan di tahun 2021,” pungkasnya.
Reporter: CR1 II Redaktur: Ujang Herlan












