JURNALSUKABUMI.COM – Pengoperasian lima Bus Rapid Transit (BRT) di pastikan mandek tidak bakal beroperasi. Pasalnya, anggaran pengoprasian bus Tayo yang merupakan hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini terdampak pandemi Covid-19.
Hal itu dibenarkan oleh Kabid LLA dan Angkutan, Unang Junaedi, ia mengatakan, penyebab pengoperasian bus itu terhambat, lanrltaran anggaran dari mulai operasional yang diperuntukkan untuk bus itu terkena repocusing untuk penanganan covid-19.
“Ya. semua anggaran bus ini terdampak oleh pandemi virus covid-19,” ujarnya. kepada jurnalsukabumi.com, Kamis (27/08/20).
Lanjut dia, hingga saat ini pihaknya pun masih belum mengetahui seperti apa rencana operasional BRT tersebut secara keseluruhan.
“Belum ada gambaran buat pengoperasian bus ini kedepan akan seperti apa,” imbuhnya.
Padahal kata dia, tahapan – tahapan sudah dilalui demi pengoperasian bus ini. Bahkan trayek hingga halte bus pun sudah dipersiapkan. Yakni di Jalan Raya Lingkar Selatan hingga Jalan Cibereum Kota Sukabumi.
“Kita sudah berupaya selama ini, apalagi dengan rute yang akan dilalui, kita sudah mengajukan kerjasama dengan beberapa instansi untuk penempatan haltenya, bahkan saya pun sudah mengajukan beberapa perizinan ke Bina Marga Provinisi,tapi ada daya semuanya terdampak covid-19,” imbuhnya.
Lanjut dia, sengaja bus itu akan beroperasi di sepanjang jalur Lingkar Selatan. Pasalnya, untuk mempermudah masyarakat yang akan menuju terminal Tipe A Kota Sukabumi dan mahasiswa yang mayoritas universitas nya berada di daerah tersebut.
“Di daerah sana kan tidak ada angkutan umum jadi, rencana nya akan beroperasi di sepanjang Jalan itu untuk memudahkan masyarakat yang akan berpergian keluar Kota,” imbuhnya.
Saat ini keberadaan bus tersebut kata dia, masih terparkir rapih di halaman kantor Dinas Perhubungan Kota Sukabumi. Sambung dia untuk perawatan nya sendiri hanya dilakukan pemanasan mesin dan pembersihan bus.
“Sekarang masih disini (Dishub) sempat kemarin dititipkan di Terminal Tipe A Kota Sukabumi,” imbuhnya.
Dia berharap, setelah komunikasi dilakukan, pengoperasian BRT bisa dipercepat. Sebab, keberadaan BRT sangat dibutuhkan, mengingat selama ini belum ada transportasi yang menghubungkan langsung dari Jalan Raya Cibolang hingga Terminal Tipe A.
Reporter: Rizky Miftah II Redaktur: Ujang Herlan












