JURNALSUKABUMI.COM – Menyoal adanya riakan dan tuduhan koalisi antara PKB dan PPP dengan jargon “Hejo Ludeung” bubar, Ketua PPP Kabupaten Sukabumi Yusuf Ridwan angkat bicara, bahwa koalisi Hejo Ludeung sendiri adalah. Dalam rangka ijtihad politik atau ikhtiar bersama dengan PKB. Namun setelah ijtihad dilakukan dan takdir memutuskan hal lain atau dari DPP PPP memutuskan kandidat lain sehingga PPP akan tunduk patuh terhadap keputusan partai.
“Memang saat ini untuk DPP harus ada kader yakni Bu Reni siap maju. Namun hal itu pun belum ada pasangan secara resmi dari DPP, kalau dalam bahasa kata lain belum ada janur kuning yang resmi,” ungkap Yusuf Ridwan, kepada jurnalsukabumi.com.
Setelah janur kuning itu berdiri tegak, tentunya proses ijab kabul atau perkawinan pasangan kandidat akan dilakukan.
“Setelah akad perkawinan pasangan calon sudah resmi nah itu baru PPP mulai tancap gas, tetapi terkadang yang sudah nikah pun cerai, nah hal ini yang harus diantisipasi,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua PKB Kabupaten Sukabumi Asep Supriatna mengatakan, saat ditanya apakah koalisi Hejo Ludeung Bubar?, Asep membatah, dengan dalih bahwa Hejo Ludeung tidak bubar karena milik PKB.
“Malah kami terus melakukan koalisi dengan partai lain yang optimis tetap mendukung Pak Adjo, kami dengan PAN dan Gerindra,” pungkasnya.
Reporter: Herwanto || Redaktur: FK Robbi












