JURNALSUKABUMI.COM – Sejumlah warga di Kampung Citiis RT. 05/03, Desa Bojongasih, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, disibukan dengan pembuatan bedug jelang malam lebaran tahun ini.
Beda dengan tahun sebelumnya, biasanya bedug dibeli langsung di pasaran. Namun, lebaran kali ini dikarenakan berada di tengah pandemi covid-19, jamaah Masjid Jami Al-Muhajirin itu kompak membuat bedug sendiri.
“Kalau tahun kemarin memang kita biasa beli langsung. Tapi, sekarang kita buat sendiri. Pokonya, malam lebaran kita ramaikan tabuh bedug hanya di masjid,” ujar Inisiator Aksi, Dede Zanani kepada jurnalsukabumi.com, Jumat (22/05/20).
Alasan lainnya kata Zanan yang juga sebagai Ketua PAC MDS Rijalul Ansor Kecamatan Parakansalak itu mengatakan, saat ini kebetulan ada 14 kecamatan di Kabupaten Sukabumi yang tengah dilakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Parsial.
“Ya, meski kecamatan kita tidak termasuk wilayah kecamatan PSBB. Tapi, biasanya membeli bedug ini kan ke wilayah luar yang memang tengah menerapkan kebijakan pemerintah pembatasan sosial saat ini,” terangnya.
Terlebih kata Zanan, tradisi tabuh bedug sekaligus mengumandangkan takbir di malam Idul Fitri ini sudah menjadi hal yang ditunggu-tunggu dan seolah tidak bisa dipisahkan.
“Alhamdulilah, warga khususnya para pemuda kompak. Dan insyallah bedug pun bisa langsung digunakan pas nanti malam lebaran di masjid saja,” pungkasnya.
Reporter: Herwanto II Redaktur: Ujang Herlan












