JURNALSUKABUMI.COM – Tiga hari pasca evaluasi pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) parsial di Kabupaten Sukabumi, dinilai masih belum ada perubahan yang optimal.
Ironisnya lagi, pantauan jurnalsukabumi.com, Jumat (15/05/20) di beberpa titik Ceck Point seperti di Kecamatan Cicurug, Cibadak, Cisaat dan wilayah lainnya, aktivitas masyarakat masih seperti biasanya bahkan jalan utama Sukabumi-Bogor pun masih padat.
“Seharusnya ada perkembanga lebih baik lah. Dan kalau saat ini, PSBB memang dirasakan masih belum efektif. Padahal ini sudah memasuki pemberlakukan PSBB hari ke-10,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara kepada jurnalsukabumi.com.
Adapun kendala pemberlakuan PSBB ini kata Yudha, masyarakat masih belum siap melawan culture menjelang lebaran. Misalnya, saat ini menjelang lebaran, warga berbondong-bondong mendatangi pasar untuk membeli baju dan lainnya.
“Nah hal ini kita dorong juga di rapat evaluasi kemarin, salah satunya meminimalis soal jam operasional toko-toko terutama yang sesuai dengan penerapan PSBB ini, harus di tutup,” terangnya.
Tidak sampai disana, warga juga harus mendukung upaya tersebut sehingga, tidak ada lagi warga yang keluar rumah jika tidak terlalu penting.
“Tegas boleh, tapi saya sarankan tidak arogan. Termasuk, tidak dulu keluar seperti membeli baju baru untuk lebaran. Ya, meskipun ini sudah jadi tradisi,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengatakan, dalam evaluasi kemarin tidak lain untuk membahas perkembangan PSBB yang telah dilakukan tersebut.
“Ya, memang evaluasi kemari kita bahas dari mulai kesadaran masyarakat, penurunan aktivitas masyarakat selama PSBB dan yang lainnya,” kata Marwan.
Adapun hasil dan solusi kedepannya, tidak lain akan lebih memnyosialisasikan lebih optimal. “Hasil evaluasi kemarin memang, perubahan kesadaran masyarakat saat PSBB masih sedikit. Untuk itu, masyarakat perlu mendukung juga penerapan PSBB ini,” pungkasnya.
Reporter: Hendi II Redaktur: Ujang Herlan












