Penampakan PSBB Parsial Kabupaten Sukabumi, Jalan Masih Padat?

Jumat, 15 Mei 2020 - 22:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Tiga hari pasca evaluasi pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) parsial di Kabupaten Sukabumi, dinilai masih belum ada perubahan yang optimal.

Ironisnya lagi, pantauan jurnalsukabumi.com, Jumat (15/05/20) di beberpa titik Ceck Point seperti di Kecamatan Cicurug, Cibadak, Cisaat dan wilayah lainnya, aktivitas masyarakat masih seperti biasanya bahkan jalan utama Sukabumi-Bogor pun masih padat.

“Seharusnya ada perkembanga lebih baik lah. Dan kalau saat ini, PSBB memang dirasakan masih belum efektif. Padahal ini sudah memasuki pemberlakukan PSBB hari ke-10,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara kepada jurnalsukabumi.com.

Adapun kendala pemberlakuan PSBB ini kata Yudha, masyarakat masih belum siap melawan culture menjelang lebaran. Misalnya, saat ini menjelang lebaran, warga berbondong-bondong mendatangi pasar untuk membeli baju dan lainnya.

“Nah hal ini kita dorong juga di rapat evaluasi kemarin, salah satunya meminimalis soal jam operasional toko-toko terutama yang sesuai dengan penerapan PSBB ini, harus di tutup,” terangnya.

Tidak sampai disana, warga juga harus mendukung upaya tersebut sehingga, tidak ada lagi warga yang keluar rumah jika tidak terlalu penting.

“Tegas boleh, tapi saya sarankan tidak arogan. Termasuk, tidak dulu keluar seperti membeli baju baru untuk lebaran. Ya, meskipun ini sudah jadi tradisi,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengatakan, dalam evaluasi kemarin tidak lain untuk membahas perkembangan PSBB yang telah dilakukan tersebut.

“Ya, memang evaluasi kemari kita bahas dari mulai  kesadaran masyarakat, penurunan aktivitas masyarakat selama PSBB dan yang lainnya,” kata Marwan.

Adapun hasil dan solusi kedepannya, tidak lain akan lebih memnyosialisasikan lebih optimal. “Hasil evaluasi kemarin memang, perubahan kesadaran masyarakat saat PSBB masih sedikit. Untuk itu, masyarakat perlu mendukung juga penerapan PSBB ini,” pungkasnya.

Reporter: Hendi II Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Mangkir dari Panggilan DPRD, 11 Perusahaan Tower Dinilai Lecehkan Pemkab Sukabumi
Muhasabah Aparatur DPRD Sukabumi, Sekwan Tekankan Integritas dan Tanggung Jawab Kerja
BK Lakukan Pendalaman Dugaan Pelanggaran Etik Anggota DPRD Kota Sukabumi
Ketua DPRD Kota Sukabumi Tegaskan Perda Larangan Miras Tetap Berlaku, Wacana Revisi Ditolak
Dewan Bayu Turun ke Akar Tradisi, Dorong Patanjala Jadi Instrumen Kebijakan Lingkungan
Peringati May Day, M. Reza Taojiri Ajak Buruh dan Pengusaha Perkuat Sinergi
DPRD Sampaikan Rekomendasi LKPJ 2025, Bupati Sukabumi Tekankan Perbaikan Kinerja Pemerintahan
DPRD Minta Pemerataan Infrastruktur di Kota Sukabumi pada RKPD 2027

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:26 WIB

Mangkir dari Panggilan DPRD, 11 Perusahaan Tower Dinilai Lecehkan Pemkab Sukabumi

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:15 WIB

Muhasabah Aparatur DPRD Sukabumi, Sekwan Tekankan Integritas dan Tanggung Jawab Kerja

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:38 WIB

BK Lakukan Pendalaman Dugaan Pelanggaran Etik Anggota DPRD Kota Sukabumi

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:03 WIB

Ketua DPRD Kota Sukabumi Tegaskan Perda Larangan Miras Tetap Berlaku, Wacana Revisi Ditolak

Senin, 4 Mei 2026 - 12:10 WIB

Dewan Bayu Turun ke Akar Tradisi, Dorong Patanjala Jadi Instrumen Kebijakan Lingkungan

Berita Terbaru

RAGAM

DPPKB: Kampung KB Desa Kalibunder Jadi Pusat Perubahan

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:44 WIB