Data Penerima Bansos Covid-19 di Sukabumi Bobrok, Yudha Ajak Keroyok Dimutakhirkan

Minggu, 10 Mei 2020 - 01:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Menyoal adanya riakan penerima bantuan di Kabupaten Sukabumi yang tidak mutakhir, menunjukan data yang bobrok, menuai tanggapan dari Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi dengan mengajak kepada Pemkab Sukabumi dan DPRD Kabupaten Sukabumi untuk membedah dan mengevaluasinya.

“Dengan adanya penerima bantuan covid-19 yang masih amburadul dan kekurangan. Mari kita evaluasi bersama agar data kita bisa akurat dan tepat,” ungkap Yudha.

DPRD memiliki tupoksi sebagai pengawasan tentunya, dengan adanya bantuan dari berbagai pintu mulai dari pusat, provinsi, pemkab dan yang lainnya harus tepat dan cepat.

“Dengan adanya data yang simpang siur mulai dari tingkat desa, pemkab, provinsi dan pusat. Sehingga menjadi buah simalakama saat ada bantuan hendak tiba. Kami ingin mutakhirkan data tersebut ayo kita bareng-bareng apa yang diharapkan masyarakat,” katanya.

Menurut Yudha, bantuan sosial yang diberikan kepada warga harus sampai, terus bagaimana caranya, yaitu dengan data yang baik, bagaiman data tersebut bisa baik. Mari bedah atau kroyok bersama.

“Ayo kita jangan saling menyalahkan, mari kita mutakhirkan bersama data bantuan ini, agar kedepannya bisa siap saat menerima bantuan dari berbagai tingkatan pemerintah, ini menjadi pelajaran bersama,” pungkasnya.

Reporter: Ifan
Redaktur: FK Robbi

Berita Terkait

Dulu Susah Air, Kini 60 KK dan Siswa SDN Cikole Nikmati Manfaat Sumur Bor TMMD
Pesan Prabowo di Rakornas TPAKD 2026, Bupati Sukabumi Ikuti Penguatan Akses Keuangan
Hari Santri 2026, Bupati Sukabumi Dorong Santri Kuasai Teknologi Tanpa Kehilangan Tradisi Pesantren
Serangan Lalat dan Bau Tak Kunjung Hilang, Warga Nagrak Desak Tutup Permanen
Banner Klaim Tanah Milik Salim Membentang di Pasar Palabuhanratu, Ahli Waris Muncul Bawa Dokumen Lama
Pria 28 Tahun di Nagrak Ditemukan Gandir, Polisi Temukan Pesan Terakhir
Tim Terpadu Tegaskan Kandang Ayam di Nagrak Tutup Sementara
Dua Truk ‘Adu Banteng’ di Parungkuda, Sopir Diduga Mengantuk

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Dulu Susah Air, Kini 60 KK dan Siswa SDN Cikole Nikmati Manfaat Sumur Bor TMMD

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Pesan Prabowo di Rakornas TPAKD 2026, Bupati Sukabumi Ikuti Penguatan Akses Keuangan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:50 WIB

Serangan Lalat dan Bau Tak Kunjung Hilang, Warga Nagrak Desak Tutup Permanen

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Banner Klaim Tanah Milik Salim Membentang di Pasar Palabuhanratu, Ahli Waris Muncul Bawa Dokumen Lama

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Pria 28 Tahun di Nagrak Ditemukan Gandir, Polisi Temukan Pesan Terakhir

Berita Terbaru