JURNALSUKABUMI.COM – Di tengah pandemi yang sedang melanda negeri berbagai upaya dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid19 sebagai virus yang paling ditakuti saat ini. Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan masyarakat yang tergabung dalam relawan mencoba ikut andil memerangi virus ini, salah satunya komunitas Jampang Peduli alias JAMPE dari pelosok Sukabumi.
Komunitas Jampe yang bermarkas di Kecamatan Surade ini digawangi beberapa pemuda pajampangan sejak dua bulan lalu. Mereka aktif dalam giat pencegahan Covid19 di wilayah Sukabumi. Dari mulai sosialisasi, penyemprotan desinfektan, pembagian desinfektan dan handsanitizer gratis, pembagian masker, hingga penggalangan dana bagi masyarakat yang terkena dampak.

“Sejak awal Covid19 ini masuk ke Indonesia, kami langsung menghimpun kekuatan dengan cara membuat sendiri cairan desinfektan, handsanitizer, masker dan mendistribusikannya pada masyarakat sebagai upaya membentuk benteng pertahanan di masyarakat,” ungkap Demmy Pratama, salah seorang pentolan JAMPE, Jumat (08/05/2020).
Demmy juga menyebutkan hingga saat ini sudah 3000 liter starter cairan Desinfektan, 50 liter handsanitizer mereka bagikan pada masyarakat Pajampangan. Komunitas ini turun langsung untuk melakukan penyemprotan desinfektan di sarana umum.

“Kami membuat sendiri cairan desinfektan dari bahan-bahan ramah lingkungan yaitu cuka dicampur dengan pewangi alami dan bahan lain, tujuannya agar masyarakat tidak merasa waswas terlebih kami melakukan penyemprotan di masjid masjid tempat mereka melakukan peribadatan,” sambung Demmy.
Komunitas Jampe yang ada sejak 3 tahun lalu ini merupakan gabungan dari beberapa relawan lintas komunitas. Mereka aktif melakukan kegiatan sosial, lingkungan hidup, dan mitigasi bencana di wilayah Sukabumi hususnya Pajampangan.

“Tujuan kami adalah mengajak masyarakat untuk menghidupkan kembali gotong royong dalam kondisi apapun tanpa harus selalu bergantung pada pemerintah, karena sebenarnya relawan itu hanyalah motor atau penggerak, tetap yang harus menjadi eksekutor itu adalah masyarakat umum,” tambah Demmy.
Saat ini JAMPE tengah menggalang dana untuk membantu masyarakat yang terdampak. Selain dibantu para donatur yang simpatik dengan aksi anak anak muda ini, mereka menjual T-shirt Jampe dengan tag line “Hidup adalah Udunan” yang hasil penjualan nya mereka berikan berupa donasi pada warga terdampak.
“Pandemi ini akan segera berakhir jika masyarakat dapat membantu masyarakat, dan masyarakat menjaga masyarakat. Saat ini jangan berfikir kita punya apa, tapi berfikirlah kita bisa berbuat apa. Kebetulan kami semua pun hanyalah pengangguran korban pandemi ini, hanya saja kami menolak diam,” pungkasnya.
Reporter: Ruslan AG
Redaktur: FK Robbi












