JURNALSUKABUMI.COM – Moment tahunan salah satunya yang ditunggu-tunggu kaum muslim di Bulan Suci Ramdhan yakni membangunkan sahur selama bulan puasa.
Saat ini, budaya membangunkan sahur tentunya berbeda-beda di tiap daerah. Akan tetapi, bedug dan pentungan keliling masih melekat.
Ragam cara dilakukan, dengan tujuan sama yaitu untuk mengingatkan umat berpuasa dan melaksanakan sahur agar tepat waktu.
Seperti halnya yang dilakukan para remaja di Kampung Cinangreup, Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, yang masih melakukan arak-arakan dengan membawa bedug dan pentungan secara berkeliling kampung.
“Ya, memang ini yang kami tunggu-tunggu. Selain, menjadi kebudayaan juga ada keseruan tersendiri sih,” ujar salah satu Remaja Kampung Cinangreup, Dasep (28) kepada jurnalsukabumi.com, Minggu (26/04/20).
Ia menjelaskan, biasanya sekitar pukul 01:00 WIB sudah bersiap-siap mengeluarkan bedug dari masjid dengan memasang tali pengikat satu batang bambu untuk alat pikul.
“Kalau sudah siap, jam 02.00 WIB pun kita mulai berkeliling sih. Adapun personil yang ikut kurang lebih ada enam orang,” kata Dasep.
Ia mengaku, keliling membangunkan sahur selain ibadah, juga sebagai kebudayaan tahunan. Bahkan, dianggap kurang afdol jika moment seperti ini terlewatkan.
“Seru dan menyenangkan lah. Selain, membangunkan sahur lewas speker di tiap masjid, takutnya ada yang tidak dengar makanya kami keliling,” imbuhnya.
Sementara itu, salah satu ibu rumah tangga Sumartini (28) mengaku, sangat terbantu dengan adanya kegiatan remaja tersebut. “Ya, terbantu karena kadang saya selalu tidur kelewatan, jadi yang membangunkan melalui speker kadang tidak terdengar, kalau mereka lewat berisik jadi terbangun,” pungkasnya.
Reporter : Ruslan AG
Redaktur: Ujang Herlan












