Tabung Gas Elpiji 3 Kg Langka, DPK-UKM Langsung Menyisir Keberadaan Agen

Kamis, 2 April 2020 - 12:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kabupaten Sukabumi langsung terjun kelapangan menyisir keberadaan agen-agen gas elpiji 3 Kg di beberpa wilayah saat ini.

Aksi tersebut dilakukan sebagai upaya monitoring dan evaluasi pihak pemerintah guna menyusul penyebab kelangkaan gas elpiji atas hasil laporan masyarakat khususnya di wilayah Sukabumi Utara saat ini.

Kasi Distribusi dan Niaga DPK-UKM Kabupaten Sukabumi, Iwan Wirawan mengatakan, upaya ini dilakukan agar dapat memonitoring khususnya para agen yang mendistribusikan gas elpiji 3 kg. Terutama, menguak penyebab kesulitan yang dirasakan saat ini di masyarakat.

“Kita dari DPK-UKM tidak akan berdiam diri dengan adanya kelangkaan gas subsidi 3 kg ini. Hasil Monev saat ini memang harus ada penambahan kuota saja,” ujarnya kepada media, Kamis (02/04/20).

Kasi Distribusi dan Niaga DPK-UKM Kabupaten Sukabumi, Iwan Wirawan saat diwawancara wartawan.

Langkah yang akan diambil kata Iwan, pihaknya sedang mengajukan surat penambahan fakultatif agar ada penambahan quota untuk agen, dan terhitung hari ini semua agen akan ditambah quotanya dan sudah ditanda tangani oleh Kepala Dinas.

“Jika ada temuan atau fakta dilapangan agen maupun pangkalan yang melakukan kecurangan silahkan laporkan kepada saya. Dan untuk sementara saat ini, belum ada arah yang menjurus kearah sana,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur PT. Artha Jatra Empat Lima, Lilis melalui suaminya mengatakan, berbagai faktor penyebab kelangkaan ini memang dapat saja terjadi. Hanya saja, terutama proses pendistribusian gas 3 Kg ini harus dilakukan dengan baik.

“Adapun kelangkaan ini bisa saja terjadi karena ada satu rumah tangga yang mempunyai tabung 2 atau 3 lalu menyetok. Bahkan seperti yang jualan gorengan saja saya lihat sampai punya 3 tabung. Termasuk, seperti di rumah makan juga masih menggunakan gas 3 kg,” terangnya.

Karena pihaknya mengaku selama ini upaya pendistribusian berjalan sesuai arahan dan teknis pemerintah sendiri. “Jika kita melakukan hal negatif dan kesalahan seperti penimbunan dan pengoplosan. Kami siap menerima dan silahkan tindak secara hukum,” pungkasnya.

Reporter : Herwanto
Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks
Tegaskan Arahan KDM, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Disidak
Heri Gunawan Sebut Doktrin ‘Polisi Bersama Masyarakat’ Kunci Transformasi Polri Dukung Asta Cita Prabowo
Koperasi PBMS Raih Bumi Untuk Sesama dari IJTI, 10 Rutilahu Jadi Bukti Kepedulian
Ekonomi Lemah Masuk Desil Tinggi, Potret Data Tak Lagi Sesuai Realitas di Sukabumi 
Dari Surade ke Panggung Asian Games 2026, Siti Dalfa Bawa Jaipong Sukabumi ke Jepang
POCARI SWEAT Run Bandung 2026: Birukan Bandung di Hari Jadi ke-216
SCG Dorong Penerapan Ekonomi Sirkular Indonesia sebagai Strategi Daya Saing Industri, Ubah Limbah Jadi Energi dan Produk Bernilai Tinggi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:12 WIB

Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Tegaskan Arahan KDM, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Disidak

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Heri Gunawan Sebut Doktrin ‘Polisi Bersama Masyarakat’ Kunci Transformasi Polri Dukung Asta Cita Prabowo

Minggu, 27 September 2026 - 06:53 WIB

Koperasi PBMS Raih Bumi Untuk Sesama dari IJTI, 10 Rutilahu Jadi Bukti Kepedulian

Rabu, 23 September 2026 - 16:03 WIB

Ekonomi Lemah Masuk Desil Tinggi, Potret Data Tak Lagi Sesuai Realitas di Sukabumi 

Berita Terbaru

HEADLINE

Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks

Jumat, 2 Okt 2026 - 14:12 WIB