JURNALSUKABUMI.COM – Kampanye hitam terhadap produk unggulan Indonesia (Sawit) semakin marak berkembang dan sudah menjadi tantangan bagi industri sawit baik perusahaan swasta maupun BUMN.
PTPN VIII merupakan salah satu anak perusahaan BUMN yang bergerak di sektor perkebunan dengan lebih dari satu komoditi.
Manajer Kebun Cibungur Heru Timuryanto mengatakan bahwa saat ini tengah berkembang mitos yang tidak benar terhadap industri kelapa sawit. Salah satu yang menarik perhatian, menurutnya, yakni maraknya tulisan berupa buku dan pandangan terhadap isu deforestrasi (penghilangan hutan alam) yang timbul dari pengelolaan kelapa sawit.
“Kita jangan terlalu cepat percaya dengan berita yang beredar saat ini. Mana yang mitos, mana yang fakta,” katanya.
Ia mengatakan pemahaman yang salah itu dapat berakibat buruk pada perkembangan bisnis kelapa sawit. “Sebenarnya biofuel dari kelapa sawit itu justru mencegah deforestasi. Seharusnya masyarakat mencari informasi tentang kelapa sawit dari sumber yang terpercaya”.
Untuk itu belum lama ini manajemen Kebun Cibungur terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat beberapa Desa yang berada di sekitar kebun. Salah satunya sosialisasi ini dilakukan di Desa Ubrug yang dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Muspika Warungkiara, Kepala desa, BPD, Karang Taruna, LPM, Tokoh masyarakat dan Tokoh Ulama.
Heru mengatakan industri sawit yang akan di jadikan sebagai pengganti karet merupakan salah satu pilihan terbaik bagi pemerintah dan juga masyarakat, ia pun menyampaikan salah satu mitos yang menyebutkan perkebunan kelapa sawit boros menggunakan air di bandingkan tanaman lainnya, faktanya dari berbagai penelitian menemukan hal menarik tentang tanaman yang paling hemat air dalam menghasilkan bioenergi yakni kelapa sawit.
Ia mengatakan begitu banyak referensi buku yang dapat dilihat oleh masyarakat melalui internet perihal mitos dan fakta Kelapa sawit, salah satunya buku yang diterbitkan oleh Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) yang sekaligus menjawab keraguan masyarakat terhadap tudingan yang dialamatkan kepada industri kelapa sawit sejauh ini.
Reporter: Riki
Redaktur: Jon Digos












