Tak Semua Rumah Harus Disemprot Disinfektan di Sukabumi, Kenapa?

Jumat, 27 Maret 2020 - 16:56 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Bagi warga Sukabumi yang ingin mendapatkan penyemprotan cairan disinfektan di rumahnya masing-masing, apalagi secara cuma-cuma tampaknya harus menahannya. Sebab, Pemkab Sukabumi menilai sejauh ini penyemprotan disinfektan untuk menangkal penyebaran virus Corona (Covid-19) itu tidak harus dilakukan ke semua rumah penduduk. 

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukabumi, Harun Alrasyid menegaskan penyemprotan disinfektan akan lebih difokuskan di zona yang sudah terindikasi orang dalam pemantauan (ODP) maupun pasien dalam pengawasan (PDP) Corona. 

“Tidak semua rumah penduduk harus dilakukan penyemprotan, tetapi yang menjadi zona dan ada orang yang sudah terindikasi PDP maupun ODP, dan tidak bayar. Sedangkan untuk yang lainnya diharapkan partisipasi dari masyarakat secara mandiri,” tegas Harun yang juga menjabat Kadinkes Kabupaten Sukabumi ini, Jumat (27/03/2020).

Dijelaskan Harun, disinfektan fungsinya adalah untuk lingkungan, barang dan bahan-bahan yang sering kontak dengan manusia. “Penyemprotan untuk manusia bukan bahan disinfektan, tetapi antiseptic,” bebernya.

Yanto (30), warga Kecamatan Cicurug berharap Pemerintah melakukan antisipasi sejak dini, minimal melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke tiap rumah. “Kami masih bingung, gimana ngajuinnya kalau minta disemprot,” ungkapnya.

Reporter: Irfan/Hendi

Redaktur: Jon Digos

Berita Terkait

Empat Tahun Longsor, Jalan Bojongkopi Mulai Dibangun Berkat Dorongan Dewan Teddy
Ngeyel! Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Masih Beroperasi
Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Kebun Jati Sukabumi
TMMD ke-130 Resmi Dibuka di Ciemas, Jalan 2 Kilometer Jadi Sasaran Utama
Dua Remaja Terseret Ombak Pantai Cibuaya Ditemukan Tewas
Budi Azhar Minta Gubernur Segera Terbitkan Petunjuk Teknis Layanan RS Tanpa BPJS
Lapang Sekarwangi Cibadak Ditata Rp4,7 Miliar, Ornamen Nayor Jadi Ikon
Video Bocah Menangis Minta MBG Viral, SPPG Polres Gegerbitung 3 Ungkap Alasan Distribusi Terhenti? 

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:39 WIB

Empat Tahun Longsor, Jalan Bojongkopi Mulai Dibangun Berkat Dorongan Dewan Teddy

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:37 WIB

Ngeyel! Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Masih Beroperasi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Kebun Jati Sukabumi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:00 WIB

TMMD ke-130 Resmi Dibuka di Ciemas, Jalan 2 Kilometer Jadi Sasaran Utama

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Dua Remaja Terseret Ombak Pantai Cibuaya Ditemukan Tewas

Berita Terbaru

HEADLINE

Ngeyel! Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Masih Beroperasi

Selasa, 13 Okt 2026 - 16:37 WIB

HEADLINE

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Kebun Jati Sukabumi

Selasa, 13 Okt 2026 - 16:00 WIB