Hergun, Bekali Pengetahuan Generasi Muda Sukabumi Tentang Pentingnya Perencanaan Keuangan dan Investasi

Selasa, 10 Maret 2020 - 00:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Ratusan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) dibekali pengetahuan oleh Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan, pada acara dengan tema “Pentingnya Perencanaan Keuangan dan Investasi untuk Generasi Muda Sukabumi” di Aula Kampus UMMI, Jalan R Syamsudin, SH, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Senin (09/03/20).

Acara yang dihelat di kampus mahasiswa almamater biru ini, Heri Gunawan melakukan dialog interaktif dengan ratusan mahasiswa, terkait generasi yang mendominasi penduduk Indonesia sekitar 85 juta, berarti lebih dari 32% dari total populasi di Indonesia. Mereka adalah anak muda yang disebut Generasi Milennial. Siapakah Generasi Millennial tersebut? Mereka yang lahir antara 1981 – 1997 dan ada juga hingga kelahiran tahun 2000-an. Generasi inilah yang mewarisi masa depan keluarga dan bangsa, karena berada dalam rentang usia produktif.

“Hasil ngobrol dengan mahasiswa/wi menunjukkan secara umum mereka cenderung tidak banyak menabung apalagi berinvestasi meskipun mereka sebenarnya ingin tahu dan ingin belajar,” ungkap Heri Gunawan kepada jurnalsukabumi.com.

Menurut legislator alumni mahasiswa Yogyakarta ini, kebanyakan mahasiswa di Indonesia mengatakan, mereka tidak bisa menabung dan investasi karena tidak punya uang lebih. Ketika digali lebih dalam lagi, kebanyakan pengeluaran mereka habis untuk nongkrong di kafe sepulang kuliah atau pulang kantor dan hal ini dilakukan nyaris hampir setiap hari.


“Bisa dibayangkan apabila sekali duduk menghabiskan Rp 50.000 – Rp 100.000, maka per minggu mereka bisa menghabiskan sekitar Rp 250.000 – Rp 500.000, ini hanya menghitung hari kerja saja, tidak menghitung pengeluaran weekend. Artinya secara rata-rata mereka menghabiskan Rp 1 juta – Rp 2 juta per bulan untuk nongkrong saja. Enggak heran kalau mereka tidak bisa menabung dan investasi,” tegasnya.

Gaya hidup yang berubah memang menjadi salah satu penyebab keuangan millenials menjadi kurang sehat. Memang menahan diri untuk menyenangkan diri sendiri itu susah. Menunda kesenangan apalagi, ditambah kurangnya pengetahuan tentang produk dan jasa keuangan, membuat generasi muda enggan untuk berhubungan dengan dunia keuangan.

Berdasarkan Survey Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dilakukan OJK pada tahun 2019 terkait Literasi yakni pemahaman publik akan pengetahuan, keterampilan, keyakinan, sikap & perilaku terhadap lembaga, produk dan jasa keuangan dengan indeks 38.03 persen. Sementara Inklusi terkait pada peningkatan akses penggunaan lembaga, produk dan jasa keuangan yang ada mencapai 76.19 persen. Saat ditanya apa solusi bagi generasi milenial dalam merubah pola hidup.

“Diantaranya dapat dilakukan dengan cara membuat rencana dan disiplin dalam pengeluaran, menyisihkan dana untuk kebutuhan mendesak dan penting serta belajar memahami jenis hutang dan investasi. Seyogyanya membiasakan diri menabung dari kecil dapat membentuk sifat hemat, berfikir jauh ke depan, displin dan mampu mengelola uang dengan baik. Agar gaya hidup milenials dapat seimbang, mereka harus mengevaluasi mindset dan gaya hidup, membedakan keinginan dan kebutuhan serta melakukan perubahan sedini mungkin”. Ungkap Hergun.


“Banyak peluang yang bisa digali oleh mahasiswa. Namun harus memiliki pola dan mindset yang seimbang. Terkadang kecerdasan secara intelektual harus dibarengi dengan kecerdasan lainnya,” pungkasnya.

Acara ini turut dihadiri oleh, Rektor UMMI Sakti Alamsyah, Dosen dan Pengajar Fakultas Ekonomi dan Administrasi, Ketua DPRD Kabupaten Yudha Sukmagara, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Hera Iskandar, dan Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi Badru serta Perwakilan OJK Pusat dan OJK Regional Jawa Barat.

Reporter: Ifan
Redaktur: FK Robbi

Berita Terkait

Gebyar Sipenyu Jadi Panggung Bapeni, 35 ASN dan Guru Tampilkan Harmoni Memukau
Dari Blusukan hingga Digitalisasi, Bapenda Bongkar Potensi Pajak Melalui Gebyar Sipenyu
Abu Erupsi Gunung Anak Krakatau Capai Sukabumi, Bupati Kaji Jadwal Sekolah
PAD Turun, Dana Transfer Naik, Bupati Sukabumi Pilih Infrastruktur, Pendidikan dan Kesehatan
Festival Bonsai Sukabumi 2026 Masuk Agenda HJKS, Alun-alun Bojonglopang Bersiap Jadi Poros Bonsai Indonesia
Pendopo Sukabumi Berubah Jadi Ruang Khitan, Lebih dari 150 Anak Jalani Sunatan Massal
Dermaga PPN Palabuhanratu Kian Dangkal, Nelayan Pertaruhkan Kapal untuk Bisa Melaut
Kemah PUI Jadi Titik Temu Ribuan Pemuda, KNPI Sukabumi: Satukan Energi, Wujudkan Aksi

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 17:43 WIB

Gebyar Sipenyu Jadi Panggung Bapeni, 35 ASN dan Guru Tampilkan Harmoni Memukau

Selasa, 8 September 2026 - 17:41 WIB

Dari Blusukan hingga Digitalisasi, Bapenda Bongkar Potensi Pajak Melalui Gebyar Sipenyu

Senin, 7 September 2026 - 17:44 WIB

Abu Erupsi Gunung Anak Krakatau Capai Sukabumi, Bupati Kaji Jadwal Sekolah

Senin, 7 September 2026 - 16:40 WIB

PAD Turun, Dana Transfer Naik, Bupati Sukabumi Pilih Infrastruktur, Pendidikan dan Kesehatan

Sabtu, 5 September 2026 - 20:11 WIB

Festival Bonsai Sukabumi 2026 Masuk Agenda HJKS, Alun-alun Bojonglopang Bersiap Jadi Poros Bonsai Indonesia

Berita Terbaru

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam