Soal Demo Buruh PT Koin Baju, DPRD Minta Dinas Tenaga Kerja Turun Tangan

Kamis, 6 Februari 2020 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Terkait adanya ribuan buruh PT Koin Baju Global melakukan aksi tuntutan tunjangan, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi Hera Iskandar merasa geram. Pasalnya seorang buruh mendapatkan penghasilan lain seperti halnya dari tunjangan, sudah menjadi haknya.

Menurutnya, jangan sampai melanggar kesepakatan yang telah dibuat antara perusahaan dan buruh.

“Keniscayaan aksi buruh tersebut, karena ada kesepakatan yang tak sesuai, pabrik jangan semena – mena dalam memutuskan kebijakan,” ungkap Hera, kepada jurnalsukabumi.com.

Menurut Hera, jika perusahaan malah menghapuskan tunjangan, hal ini sudah salah kaprah. Seharusnya jika tunjangan yang sudah ada terus dijaga, namun jika belum ada harus ditingkatkan atau diproduktifkan.

“Kami meminta Pemkab Sukabumi melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk turun dan monitoring. Seluruh pabrik di Kabupaten Sukabumin monitoring semuanya jangan salah kaprah,” tegasnya.

Menurut Hera, siasat perusahaan dalam memangkas tunjangan sendiri, berawal dari perusahaan yang tidak setuju atas keputusan UMK, sehingga tunjangan dipangkas, jam kerja ditambah dan yang lainnya.

“Kami pun akan membentuk tim dari dewan Kabupaten Sukabumi, mengawal dan mengawasi perusahaan yang nakal dan tak menjalankan kesepakatan dengan buruh,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam aksi itu ribuan buruh menuntut pergantian manager pabrik berkewarganegaraan Korea Selatan. Mereka menilai ebijakan managemen asal Negeri Gingseng itu merugikan buruh. Di antaranya indikasi penghentian tunjangan, seperti tunjangan cuti haid, insentif, tunjangan premi hadir, dan lain-lain.

“Ini aksi yang spontanitas dari ribuan buruh karna menuntut Pimpinan perusahaan asal Korea segera diganti karena beberapa kebijakan yang diduga merugikan karyawan,” ujar AM, salah satu karyawan.

AM mengharapkan kepada pihak perusahaan segera memperbaiki dengan kebijakan-kebijakan yang dinilai merugikan terhadap karyawan, serta memberikan hak-hak yang seharusnya karyawan terima.

“Apabila tuntutan tidak dipenuhi kita rencananya akan menggelar aksi kembali hingga tuntutan dipenuhi,” tegasnya.

Terpantau ada spanduk bertuliskan “Ganti Korea” Masih membentang di gudang milik perusahan. Sementara beberapa karyawan masih terlihat beraktivitas di beberapa blok-blok prusahaan.

Reporter : Ifan/Herwanto
Redaktur : FK Robbi

Berita Terkait

Diduga Bakar Sampah, Api Membesar di Belakang Pabrik Saos Cibadak
MBG, Kopdes hingga Swasembada Jadi Sorotan, Sukabumi Sambut Pesan Prabowo
Budi Azhar Bicara 81 Tahun Kemerdekaan: Jangan Lupakan Pejuang, Jangan Hilangkan Persatuan
Polisi Ungkap Rantai Obat Terlarang Mulai Sasar Remaja hingga Pelajar di Sukabumi
Kasepuhan Ciptamulya Temui Sufmi Dasco, 9 Hektare Diproyeksikan Calon Kampung Adat Baru
15 Warga Sukabumi Tertahan di Kalimantan, Kolaborasi DPRD, Kapolres dan Bagong Mogok Buka Jalan Pulang
Konferprov PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Lawan Hoaks di Era Digital
Ribuan Label Cukai Ditemukan, Polisi Dalami Dugaan Miras Oplosan Berselimut Segel Baru

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:04 WIB

Diduga Bakar Sampah, Api Membesar di Belakang Pabrik Saos Cibadak

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Budi Azhar Bicara 81 Tahun Kemerdekaan: Jangan Lupakan Pejuang, Jangan Hilangkan Persatuan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:58 WIB

Polisi Ungkap Rantai Obat Terlarang Mulai Sasar Remaja hingga Pelajar di Sukabumi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Kasepuhan Ciptamulya Temui Sufmi Dasco, 9 Hektare Diproyeksikan Calon Kampung Adat Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:42 WIB

15 Warga Sukabumi Tertahan di Kalimantan, Kolaborasi DPRD, Kapolres dan Bagong Mogok Buka Jalan Pulang

Berita Terbaru