JURNALSUKABUMI.COM – Dampak penyebaran virus corona di Negeri China yang terus meresahkan kancah Internasional. Nampaknya bukan hanya pada aspek kesehatan saja. Tapi pada aspek perkembangan ekonomi global, seperti halnya dirasakan para petani manggis Kabupaten Sukabumi yang merasakan resah. Pasalanya perusahaan ekspirtir yang tidak bisa mengekspor manggia ke Negara China.
“Memang kami merasakan dampak. Panen raya tak bisa optimal, karena pengepul eksportir tidak bisa mengirim ke Negara China,” ungkap salah seorang Petani Manggis Jalaludin.
Menurut Jalal, jika dalam jadwal panen pada akhir Desember hingga Januari 2020. Yang bersamaan dengan Imlek 2020 pengiriman barang ke Chin membludak.
“Melihat kondisi seperti ini. Kami panen dibatasi, karena pengiriman tersendat yang saat ini China mengalami penyebaran virus corona, kata pengepul,” jelasnya.
Ditambahkan Seorang Suplier Manggis di PT Manggis Elok Utama, Pepen Supendi mengatakan, mewabahnya virus corona di China tak hanya berdampak untuk kesehatan. Virus yang kini telah menular ke beberapa negara lainnya juga berdampak terhadap PT Manggis Elok Utama untuk mengekspor manggis ke negara tersebut.
“Virus corona di China ini dampaknya sangat terasa sekali. Bahkan, sampai beberapa persusahaan manggis di Sukabumi tidak bisa ekspor ke negara Cihina. Karena jika dipaksakan eskpor, dapat dipastikan buah manggisnya tidak akan laku. Lantaran, masyarakat China banyak yang tidak keluar rumah. Bahkan, mereka sampai di karantina. sehingga di pasar sepi,” kata Pepen.
Reporter : Ifan
Redaktur : FK Robbi












