Dampak Virus Corona, Petani Manggis Sukabumi Menangis

Rabu, 29 Januari 2020 - 20:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Dampak penyebaran virus corona di Negeri China yang terus meresahkan kancah Internasional. Nampaknya bukan hanya pada aspek kesehatan saja. Tapi pada aspek perkembangan ekonomi global, seperti halnya dirasakan para petani manggis Kabupaten Sukabumi yang merasakan resah. Pasalanya perusahaan ekspirtir yang tidak bisa mengekspor manggia ke Negara China.

“Memang kami merasakan dampak. Panen raya tak bisa optimal, karena pengepul eksportir tidak bisa mengirim ke Negara China,” ungkap salah seorang Petani Manggis Jalaludin.

Menurut Jalal, jika dalam jadwal panen pada akhir Desember hingga Januari 2020. Yang bersamaan dengan Imlek 2020 pengiriman barang ke Chin membludak.

“Melihat kondisi seperti ini. Kami panen dibatasi, karena pengiriman tersendat yang saat ini China mengalami penyebaran virus corona, kata pengepul,” jelasnya.

Ditambahkan Seorang Suplier Manggis di PT Manggis Elok Utama, Pepen Supendi mengatakan, mewabahnya virus corona di China tak hanya berdampak untuk kesehatan. Virus yang kini telah menular ke beberapa negara lainnya juga berdampak terhadap PT Manggis Elok Utama untuk mengekspor manggis ke negara tersebut.

“Virus corona di China ini dampaknya sangat terasa sekali. Bahkan, sampai beberapa persusahaan manggis di Sukabumi tidak bisa ekspor ke negara Cihina. Karena jika dipaksakan eskpor, dapat dipastikan buah manggisnya tidak akan laku. Lantaran, masyarakat China banyak yang tidak keluar rumah. Bahkan, mereka sampai di karantina. sehingga di pasar sepi,” kata Pepen.

Reporter : Ifan
Redaktur : FK Robbi

Berita Terkait

Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua
Dikenal Kerap Isi Pengajian, Pria di Nyalindung Sukabumi Diduga Cabuli 7 Anak
Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu
Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 
Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!
Wabup Andreas Pantau Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug, Pemkab Sukabumi Perkuat Penanganan
Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks
Puluhan Rumah Rusak, Wabup Andreas Bakal Temui Warga Terdampak di Cicurug

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Dikenal Kerap Isi Pengajian, Pria di Nyalindung Sukabumi Diduga Cabuli 7 Anak

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Berita Terbaru