Ditinggal ke Kebun, Rumah di Jampangtengah Dilumat si Jago Merah

Senin, 27 Januari 2020 - 18:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Diduga akibat korsleting listrik, rumah milik pasangan Udin (54), dan Eti (45 ), warga Kampung Ciasih RT 03/02, Desa Cijulang, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, ludes dilumat si jago merah, Senin (27/1/2020).

Insiden yang terjadi sekitar pukul 10.30 WIB itu diketahui saat siswa SD melintas ke rumah tersebut. Dia terkejut ketika melihat kobaran api cukup besar di dalam rumah. Lalu, dia berteriak-teriak meminta tolong hingga mengejutkan sejumlah warga.

“Anak itu lari sambil teriak ada rumah terbakar sambil nunjuk ke arah rumah. Warga sekitar sekolah langsung datang, tapi sudah saparuh rumahnya terbakar,” kata Ketua RT 03, Suparlan (59).

Rumah yang terbakar tersebut berbahan dari bilik bambu dan kayu berukuran sekitar 5 x 7 meter persegi. Penghuninya berjumlah 4 orang. Saat kejadian penghuni dan pemiliknya sedang berkebun.

“Tidak keburu dipadamkan, apinya sudah besar. Di sini tidak ada sumber air. Ada sumber air lokasinya jauh, karena rumahnya berada di pelosok. Warga di sini tidak bisa berbuat apa-apa,” ungkap Suparlan.

Sebetulnya, warga sudah berupaya melaporkan kejadian tersebut ke desa dan kecamatan melalu sambungan telepon. Hingga informasi kebakaran itu sampai ke posko Damkar Sagaranten.

Tidak berselang lama kendaraan pemadam kebakaran pun datang dan langsung melakukan proses pemadaman. Kurang lebih 15 menit amukan si jago merah pun benar-benar berhasil dijinakkan.

Anggota Regu Damkar Posko Kecamatan Sagaranten, Asep Marwan, menuturkan untuk menuju ke lokasi harus menempuh perjalanan selama satu jam. Selain itu, harus melintasi jalan perkampungan yang sempit. Kondisi itu menghambat masuknya mobil damkar.

“Begitu dapat informasi kami langsung ke lokasi. Tadi terkendala menuju ke sini, mengerahkan satu unit Damkar dan perjalanan cukup jauh selama satu jam perjalanan dan jalannya sempit berbatu,” tukasnya.

Reporter: Ruslan

Redaktur: FK Robbi

Berita Terkait

Lautan Obor Sambut Tahun Baru Islam, Sukabumi Bersinar dalam Semangat Hijrah
Keras! Seniman Sukabumi Sekaligus Relawan Manuk Dadali Kecam Tudingan Eks Ketua BEM UGM Terhadap Prabowo
Sudutkan Presiden Prabowo, Eks Ketua BEM UGM Disemprot Relawan Manuk Dadali dan Relawan Sukabumi
MTA Bareng Sekda, Gus Uha: Aparatur Harus Perkuat Akhlak dan Keimanan dalam Pelayanan Publik
Pedagang Sayur Tewas Terlindas KA Pangrango di Perlintasan Tanpa Palang Pintu
Usung Tema Laut Lestari Nelayan Berseri, Bupati dan Ketua DPRD Hadiri Syukuran Nelayan Ujunggenteng
Agus Andrianto Dorong Lapas Kembangkan Usaha Mandiri, Tegaskan Jajaran Jangan “Nakal”
Peringati Hari Jadi Cirebon ke-599, SMSI Kota Cirebon Gelar Fun Futsal

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 23:30 WIB

Lautan Obor Sambut Tahun Baru Islam, Sukabumi Bersinar dalam Semangat Hijrah

Senin, 15 Juni 2026 - 13:13 WIB

Keras! Seniman Sukabumi Sekaligus Relawan Manuk Dadali Kecam Tudingan Eks Ketua BEM UGM Terhadap Prabowo

Senin, 15 Juni 2026 - 12:17 WIB

Sudutkan Presiden Prabowo, Eks Ketua BEM UGM Disemprot Relawan Manuk Dadali dan Relawan Sukabumi

Senin, 15 Juni 2026 - 10:52 WIB

MTA Bareng Sekda, Gus Uha: Aparatur Harus Perkuat Akhlak dan Keimanan dalam Pelayanan Publik

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:22 WIB

Pedagang Sayur Tewas Terlindas KA Pangrango di Perlintasan Tanpa Palang Pintu

Berita Terbaru