DPR Dorong DPRD Buat Pansus Terkait Kasus Pungli di Sukabumi

Minggu, 8 Desember 2019 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR RI, Heri Gunawan.

i

Anggota DPR RI, Heri Gunawan.

JURNALSUKABUMI.COM – Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI, Heri Gunawan mendorong DPRD Kabupaten Sukabumi membentuk panitia kerja atau panitia khusus menyikapi kasus pungutan liar (pungli) pencari kerja ke sebuah perusahaan di Cikembar. Terlebih, dalam kasus itu kepolisian sudah mengungkap  dan menangkap tersangka pungli.

“Kami mendorong kawan-kawan di DPRD untuk dapat membentuk panja ataupun pansus atas permasalahan (pungli) tersebut. Setidaknya untuk menjadikan perhatian dan solusi atas tingginya angka pengangguran dan penanggulangan pengangguran serta sistem pengupahan di Sukabumi,” kata HG, sapaan akrab politisi asal Sukabumi ini kepada jurnalsukabumi.com, Minggu (8/12/2019) malam.

Aksi pungli terhadap para pencaker, sambung HG, memperlihatkan sulitnya melamar kerja menjadi buruh produksi di pabrik-pabrik Sukabumi.  Saat ini,  seolah hampir tidak ada seleksi yang gratis, semua seleksi harus bayar. Lebih mirisnya lagi, harus melewati calo yang meminta imbalan di muka dengan nominal jutaan rupiah.

“Bagaimana mungkin calon tenaga kerja yang sangat ​​membutuhkan penghasilan justru harus diperas di muka oleh calo-calo tenaga kerja pabrik hingga jutaan rupiah, demi mendapatkan penghasilan hanya setara UMR,” cetusnya.

Menurut anggota Komisi XI DPR ini, pungli merupakan praktek orang makan orang alias praktek kanibal yang lebih kejam dari ‘Sumanto’. Sumanto hanya memakan mayat orang, bukan memakan rakyat kecil yang sedang berjuang demi mendapatkan penghasilan agar bisa hidup.

Aksi itu terjadi di tengah rencana pemerintah membentuk RUU Omnibus Law tentang Cipta Lapangan Kerja dan Pemberdayaan UMKM untuk kemudahan investasi, yang sudah masuk dalam Prolegnas UU tahun 2020.

“Mahalnya biaya masuk kerja di pabrik menjadi salah satu faktor penyebab bahwa sulitnya calon tenaga warga lokal (Sukabumi) untuk bekerja di perusahaan. Di mana seharusnya investasi di Sukabumi dapat memberi manfaat yang lebih baik guna mengurangi pengangguran guna meningkatkan taraf hidup dan kemajuan warga Sukabumi sendiri,” tuturnya.

HG memaparkan, tentunya pemerintah daerah telah membuat regulasi aturan dalam Perda yang berisi bahwa perusahaan wajib lapor ketika membuka lowongan kerja. Hal ini untuk mengontrol penyalahgunaan percaloan kerja.

“Kalau ada indikasi sang calo bekerja sama dengan divisi perekrut tenaga kerja, sebaiknya aparat penegak hukum dapat mengusutnya secara tuntas, termasuk jika ada indikasi oknum aparat pemerintahan di tingkatan daerah yang berada di perusahaan tersebut turut bermain dalam kasus percaloan tersebut,” imbuhnya.

HG berasumsi, perjuangan rakyat mencari pendapatan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan dengan cara yang adil semakin jauh panggang dari api. Terkait jika minimnya skil masyarakat, tentunya harus dicarikan jalan keluarnya.

“Contohnya meningkatkan BLK, kemudian menarik sebanyak mungkin investor tetapi menolak upah minim,” tukasnya.

Reporter: FK Robbi

Redaktur: Rustandi

Berita Terkait

Atasi Parkir Liar, Halaman Depan RSUD Palabuhanratu Disterilkan Petugas Gabungan
Dinas Pertanian Buka Suara Soal Dugaan Pupuk NPK Zonk, Siap Libatkan Provinsi untuk Uji Mutu
Viral Dugaan Pemerkosaan Anak di Parungkuda, Terduga Pelaku Sempat Diamuk Massa
Lacak Jejak Macan Tutul, 80 Kamera Trap Disebar di Hutan Cikepuh Sukabumi
Rumah Panggung di Kalibunder Ludes Terbakar, Motor dan Hand Traktor Ikut Hangus
Mahar Belum Terbayar, Nyawa Sudah Melayang: Tragedi Karyawan Minimarket di Jampangkulon
BK Lakukan Pendalaman Dugaan Pelanggaran Etik Anggota DPRD Kota Sukabumi
Bupati Sukabumi Asep Japar Lepas Jemaah Haji Kloter 13, Titip Doa untuk Kemajuan Kabupaten Sukabumi

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:38 WIB

Atasi Parkir Liar, Halaman Depan RSUD Palabuhanratu Disterilkan Petugas Gabungan

Senin, 11 Mei 2026 - 18:25 WIB

Dinas Pertanian Buka Suara Soal Dugaan Pupuk NPK Zonk, Siap Libatkan Provinsi untuk Uji Mutu

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:55 WIB

Viral Dugaan Pemerkosaan Anak di Parungkuda, Terduga Pelaku Sempat Diamuk Massa

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:37 WIB

Lacak Jejak Macan Tutul, 80 Kamera Trap Disebar di Hutan Cikepuh Sukabumi

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:37 WIB

Rumah Panggung di Kalibunder Ludes Terbakar, Motor dan Hand Traktor Ikut Hangus

Berita Terbaru