JURNALSUKABUMI.COM – Puluhan massa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sukabumi menggelar aksi demonstrasi didepan Gedung Balaikota Sukabumi, Rabu (27/11). Kedatangan puluhan mahasiswa IMM Sukabumi mendesak kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, untuk segera menyelesaikan polemik dugaan bancakan jual beli atau sewa kios di Pasar Pelita Sukabumi.
Informasi yang dihimpun, ada beberapa point penting yang disoroti para mahasiswa terkait regulasi perjalanan pembangunan proyek Pasar Pelita Sukabumi yang dinilai amburadul.
Aksi IMM Sukabumi tersebut, meminta penjelasan dari Pemerintah Kota Sukabumi soal biaya sewa kios di Pasar Pelita yang dianggap sangat memberatkan bagi para pedagang Pasar Pelita.
“Aksi ini adalah aksi solidaritas dari kami untuk masyarakat khususnya para pedagang. Harga dari per meter untuk satu ruko Pasar Pelita itu tidak rasional senilai Rp 45 juta, sakali lagi kami tegaskan itu terlalu memberatkan para pedagang itu tidak rasional,” ucap Koordinator Aksi, Bayu Maulana disela orasinya didepan Gedung Pemkot Sukabumi.
Bayu memaparkan, ada sebanyak 86 orang pedagang yang nantinya akan mengisi kios di Pasar Pelita. Dengan harga Rp 45 juta per meter untuk satu tahun itu akan sangat memberatkan para pedagang tidak sesuai dengan yang dihasilkan.
“Bila kita kalikan selama 25 tahun, Rp 45 juta itu sekitar Rp 405 juta. Apakah pedagang mampu membayar Rp 405 juta untuk satu ruko di Pasar Pelita? Menurut kami itu tidak rasional dan hanya kepentingan komersil bukan kepentingan kemajuan para pedagang,” cetusnya.
Lanjut Bayu, hal lain yang menjadi sorotan IMM dalam aksi demo ini diantaranya penyelesaian permasalahan kasus dugaan penggelapan anggaran senilai Rp 6,3 Milyar yang diduga tidak jelas penangananya. Ditambah harga sewa toko di pasar Pelita Sukabumi yang dinilai terlalu mahal bagi pedagang dengan harga per meter ‘lapak’ berkisar Rp 45 juta.
“Pedangan disini untuk mencari keuntungan dan memenuhi kebutuhan keluarganya. Kalo harganya tidak rasional mereka bisa saja memaksakan tanpa memikirkan untuk ruginya. Ini haruslah diperhatikan oleh Pemerintah terlebih dahulu jangan terlalu dipaksakan,” katanya.
Aksi demonstrasi massa IMM tidak diterima langsung oleh Walikota Sukabumi ataupun Wakil Walikota, tapi hanya oleh pejabat Kota Sukabumi, namun IMM menolak, mereka ngotot untuk bisa bertemu dengan Walikota Sukabumi Achmad Fahmi.
Mewakili Wali Kota Sukabumi Asisten Daerah 1 Bidang Pemerintahan Kota Sukabumi Andri Setiawan, menjelaskan jika Walikota Sukabumi sedang berhalangan hadir, karena padat dengan agenda kegiatan Walikota yang tidak bisa diwakilkan.
“Semua aspirasi para mahasiswa IMM akan saya sampaikan secara langsung kepada Wali Kota. Pak Wali juga sudah mengetahui akan adanya orasi yang teman IMM mau sampaikan. Sekali lagi mohon maaf, semua akan jadi pembahasan kami,” tandasnya.
Reporter : FK Robbi
Redaktur : Rustandi












