Forum Lingkar Hijau : Tolak Keras Tambang Emas Rusak Ekologi Lingkungan

Senin, 11 November 2019 - 18:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Menyoal adanya pengolahan tambang emas tak berizin di Desa Ciemas, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi yang belum mengantongi izin. Menuai sorotan dan tanggapan dari Forum Lingkar Hijau (FLH) Kabupaten Sukabumi.Menurut Ketua FLH Kabupaten Sukabumi Moch. Khaetami Zein mengatakan, galian tambang yang berada di Kabupaten Sukabumi sangatlah beresiko dalam persefektif ekologi, mengakibatkan kerusakan alam dan lingkungan yang terjadi.

“Kami sangat menolaknya, karena merysak alam yang berdampak. Apalagi dala hal administari tak berizin ini sangat bahaya,” ungkapnya

Menurut aktivis lingkungan dengan sapaan Tomy ini, Sehingga lanjutannya tentu selain tadi berdimensi lingkungan, juga berdimensi ekonomi, sosial dan hukum. Dalam konteks ini, Pertanyaan lanjutannya, apakah benar dengan hadirnya kegiatan tambang tersebut tidak berdampak buruk terhadap lingkungan? Apakah iya benar berdampak baik terhadap perekonomian warga? Setidaknya warga sekitar apakah secara sosial hal tersebut pula tidak menimbulkan gesekan dan konflik sosial.

“Dalam mengurus atau administraai perizinn pun harus jelas. Dengan berbagai kelengkapan administrasi melihat aspek dampak lingkungan. Sehingga kami menolak keras,” jelasnya

Ditambahkan Tomy, jug bagaimana berbicara aspek administratif dan legal formalnya. Termasuk nanti dlm hal ini ada kaitannya dengan kajian lingkungan strategis, kesesuian ruang dan rencana perlindungan dan pengelolaan lingkungn hidupnya, ijin lingkungan, serta syarat-syarat teknis lian terkait ijin usaha teknis lainnya.

“Dan saya kira terkait dengan isu yg berkembang hari ini dengan sendirinya itu akan terkonfirmasi, kalaupun jujur, seklai lagi, dalam konteks ekologi, berbicara usaha perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup hanya bersandar kepada aspek formal atau hukum,” pungkasnya.

Reporter : FK Robbi

Redaktur : Jon Digos

Berita Terkait

Dicekoki Miras hingga Tak Sadarkan Diri, Remaja Sukabumi Diduga Dijual ke Pria Hidung Belang
SMSI dan Mahkamah Agung Bersinergi Cetak Mediator Bersertifikat Nasional
Wajah Baru di Kejari Kabupaten Sukabumi, Tumpal Eben Ezer Dilantik Kajati Jabar
Apes! Tabrak Tembok Masjid, Pelaku Curanmor Babak Belur Dihajar Massa di Nagrak
Lautan Obor Sambut Tahun Baru Islam, Sukabumi Bersinar dalam Semangat Hijrah
Sudutkan Presiden Prabowo, Eks Ketua BEM UGM Disemprot Relawan Manuk Dadali dan Relawan Sukabumi
Pedagang Sayur Tewas Terlindas KA Pangrango di Perlintasan Tanpa Palang Pintu
Usung Tema Laut Lestari Nelayan Berseri, Bupati dan Ketua DPRD Hadiri Syukuran Nelayan Ujunggenteng

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:16 WIB

Dicekoki Miras hingga Tak Sadarkan Diri, Remaja Sukabumi Diduga Dijual ke Pria Hidung Belang

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:33 WIB

SMSI dan Mahkamah Agung Bersinergi Cetak Mediator Bersertifikat Nasional

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:47 WIB

Wajah Baru di Kejari Kabupaten Sukabumi, Tumpal Eben Ezer Dilantik Kajati Jabar

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:55 WIB

Apes! Tabrak Tembok Masjid, Pelaku Curanmor Babak Belur Dihajar Massa di Nagrak

Senin, 15 Juni 2026 - 23:30 WIB

Lautan Obor Sambut Tahun Baru Islam, Sukabumi Bersinar dalam Semangat Hijrah

Berita Terbaru