JURNALSUKABUMI.COM – Sebanyak 215 siswa SMPN 1 Simpenan mendapatkan pembekalan langsung mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Jumat (7/8/2026).
Dalam kegiatan yang merupakan kolaborasi BPBD Kabupaten Sukabumi dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pakuan tersebut, para siswa tidak hanya dikenalkan pada jenis-jenis bencana yang berpotensi terjadi di wilayahnya, tetapi juga dibekali keterampilan dasar Psychological First Aid (PFA) atau Pertolongan Psikologis Pertama.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Simpenan, Dandi Sulaeman, mengatakan edukasi sejak dini menjadi langkah penting agar siswa memahami cara menyelamatkan diri sekaligus mampu memberikan dukungan awal kepada korban ketika terjadi situasi darurat.
“Kegiatan ini menjadi upaya membangun budaya sadar bencana sejak usia sekolah, mengingat Kecamatan Simpenan termasuk wilayah yang memiliki beragam potensi ancaman bencana,” ucap Dandi.
Dandi menjelaskan, Materi yang diberikan meliputi potensi gempa bumi, tsunami, banjir dan banjir bandang, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan, hingga cuaca ekstrem serta gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di wilayah Kecamatan Simpenan.
Selain mengenali ancaman bencana, peserta juga diperkenalkan dengan konsep Psychological First Aid (PFA), yakni bantuan awal yang bersifat manusiawi, praktis, dan penuh empati kepada seseorang yang mengalami tekanan setelah bencana.
“Dalam praktiknya, peserta diajarkan prinsip dasar Lihat, Dengarkan, dan Hubungkan sebagai langkah awal memberikan dukungan psikologis kepada penyintas,” tuturnya.
Sebanyak 215 siswa, didampingi 15 guru dan tenaga tata usaha, mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Delapan mahasiswa KKN Universitas Pakuan juga terlibat dalam pelaksanaan edukasi bersama personel BPBD Kabupaten Sukabumi.
“Kami dari BPBD berharap edukasi seperti ini mampu meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana, sekaligus membentuk generasi muda yang lebih tangguh, sigap, dan memahami langkah-langkah penyelamatan diri ketika bencana terjadi,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan











