JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi menegaskan kepada pelaku usaha peternakan ayam agar menjadikan dampak terhadap lingkungan sebagai prioritas utama dalam menjalankan usahanya.
Hal ini disampaikan menyusul berbagai keluhan warga terkait gangguan yang ditimbulkan dari aktivitas peternakan, salah satunya yang dikeluhkan warga Darmareja Nagrak atas gangguan lalat dan bau tidak sedap.
Melalui Kepala Bidang Kemitraan dan Penaatan Hukum Lingkungan (KPHL) DLH Kabupaten Sukabumi, Arli Harliana, pihaknya memahami bahwa usaha peternakan memiliki peran penting bagi perekonomian.
Namun demikian, dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan hidup dan masyarakat sekitar tidak boleh diabaikan. Pengelolaan limbah, pengendalian bau, dan populasi hama harus menjadi prioritas utama.
”Usaha yang sehat harus berjalan berdampingan dengan lingkungan yang bersih dan tidak menimbulkan keresahan yang berdampak pada kesehatan masyarakat,” jelas Arli.
DLH juga menegaskan kepatuhan terhadap aturan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk tanggung jawab sosial terhadap masyarakat. Jika ada pelanggaran yang ditemukan, pihaknya mengambil langkah penegakan sesuai ketentuan yang ada.
”Harmoni antara pengusaha dan warga harus terjaga. Jika pengelolaan dilakukan dengan benar, peternakan dapat berkontribusi positif tanpa menimbulkan keresahan. Kami siap mendampingi dan membimbing, namun kami juga tegas terhadap pelanggaran yang merugikan warga disekitarnya,” tandasnya.
Reporter: Idris Andriansah | Redaktur: Ujang Herlan













Komentar