JURNALSUKABUMI.COM – Aktivitas penataan lahan dengan metode cut and fill di kawasan industri Cikembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, menuai keluhan warga setempat. Selain kekhawatiran terhadap potensi banjir dan longsor, aktivitas tersebut juga menimbulkan polusi debu dan kebisingan yang mengganggu kenyamanan masyarakat, terutama siswa SD Negeri 2 Cimanggu.
Warga setempat, Iwa Kartiwa, mengatakan keberadaan proyek yang lokasinya persis di seberang SDN 2 Cimanggu itu menimbulkan kekhawatiran, terlebih karena kegiatan alat berat dan kendaraan pengangkut tanah berlangsung pada jam-jam sekolah.
Menurut Iwa, debu dari aktivitas pengurugan tanah berpotensi mengganggu aktivitas belajar mengajar dan kenyamanan siswa. Sementara itu, suara bising dari alat berat serta kendaraan pengangkut tanah yang hilir mudik turut menambah gangguan di lingkungan sekolah.
“Debu dari pengurugan tanah sangat mengganggu, apalagi sekolah berada persis di seberang lokasi proyek. Belum lagi suara alat berat dan mobil pengangkut tanah yang beroperasi saat jam sekolah. Kami khawatir kondisi ini mengganggu kenyamanan siswa dalam belajar,” ujar Iwa Kartiwa.
Tak hanya persoalan debu dan kebisingan, warga juga mengkhawatirkan dampak lingkungan yang ditimbulkan aktivitas pengerukan dan penimbunan tanah tersebut, terutama ketika hujan deras mengguyur wilayah itu.
Iwa menyebut, air hujan yang bercampur tanah dan lumpur dikhawatirkan mengalir ke area persawahan serta sungai di sekitar sekolah. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menyebabkan pendangkalan aliran sungai hingga memicu genangan dan banjir.
“Kalau hujan deras turun, kami khawatir air bercampur lumpur mengalir ke sawah dan sungai di pinggir sekolah. Kalau aliran sungai sampai tersumbat atau mengalami pendangkalan, dampaknya bisa membahayakan warga sekitar,” ungkapnya.
Selain itu, aktivitas alat berat yang terus berlangsung juga memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas tanah di sekitar lokasi, khususnya saat musim hujan. Warga berharap pelaksanaan proyek memperhatikan kondisi lingkungan dan keselamatan masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitarnya.
Warga pun mempertanyakan langkah antisipasi yang dilakukan pihak terkait untuk meminimalkan dampak kegiatan cut and fill. Mereka berharap ada perhatian serius terhadap pengendalian debu, pembatasan kebisingan, serta pengaturan aktivitas kendaraan pengangkut tanah agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Menurut warga, kegiatan penataan lahan semestinya didukung kajian teknis dan dokumen lingkungan yang sesuai ketentuan, termasuk pengaturan ketinggian timbunan, sistem drainase, serta langkah pengamanan untuk mencegah erosi dan longsor.
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas cut and fill masih berlangsung. Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera melakukan peninjauan serta memastikan kegiatan tersebut tidak mengabaikan keselamatan lingkungan, kesehatan masyarakat, dan kenyamanan siswa SDN 2 Cimanggu.
Reporter: Idris Andriansah | Redaktur: Ujang Herlan













Komentar