Sungai Cidadap Menggerus Sawah hingga Mata Pencaharian, Kini Permukiman Di Simpenan Jadi Sasaran

Senin, 7 September 2026 - 11:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Sawah di Kampung Leuwi Gadog, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, satu per satu kehilangan bentuknya. Hamparan yang dulu ditanami padi kini berubah menjadi timbunan batu, kayu dan material yang terbawa aliran Sungai Cidadap.

Bagi petani, yang hilang bukan sekadar lahan. Ketika sawah tak lagi bisa ditanami, pekerjaan ikut lenyap. Kini, setelah lahan pertanian rusak, warga justru dihadapkan pada kekhawatiran baru: gerusan Sungai Cidadap semakin mendekati permukiman.

Jarak aliran sungai dengan kawasan yang sebelumnya mencapai sekitar 350 meter kini disebut warga tinggal sekitar dua meter dari batas bronjong.

“Takut naik keseretan lagi,” kata Dadang Suherman, Ketua RT 02/RW 06 yang juga mewakili warga RT 13, menggambarkan keresahan masyarakat.

Dadang meminta pemerintah segera turun tangan sebelum gerusan sungai semakin melebar dan mengancam bangunan di sekitar kampung.

“Mohon kepada pemerintah atau kepada dewan, mohon menurunkan alat berat atau ekskavator. Keresahan masyarakat takutnya kalau musim hujan mungkin sampai ke majelis dan takut juga masjid terseret,” ujarnya.

Dampak kerusakan Sungai Cidadap paling terasa bagi petani. Menurut Dadang, sekitar 30 hektare sawah di Kampung Leuwi Gadog terdampak material yang terbawa aliran sungai. Hingga kini, lahan tersebut belum kembali produktif karena tertutup batu, kayu dan material lainnya.

“Yang asalnya sawah, sekarang sudah jadi wahangan atau kali. Sudah bergantian dengan batu,” katanya.

Kondisi itu membuat petani tidak bisa kembali mengolah lahan seperti sebelumnya. Bahkan bagi warga yang menggantungkan hidup sebagai buruh tani, hilangnya sawah berarti hilangnya sumber penghasilan.

“Nganggur semua,” ucap Dadang.

Sebagian warga terpaksa mencari pekerjaan lain, termasuk menjadi buruh bangunan. Namun tidak semua memiliki pilihan tersebut.

Dadang sendiri selama ini mengandalkan pekerjaan sebagai buruh tani, mulai dari mencangkul hingga mengoperasikan traktor.

“Tapi sekarang kalau enggak ada sawahnya, enggak bisa kerja. Sementara ini Pak RT nganggur,” tuturnya.

Ironisnya, ketika warga masih berusaha menerima kehilangan lahan pertanian, Sungai Cidadap justru terus bergerak mendekati kawasan tempat mereka tinggal.

Tokoh masyarakat setempat, Sukardi, menilai kondisi Sungai Cidadap sudah membutuhkan penanganan serius. Menurutnya, material yang menumpuk membuat bentuk sungai dan jalur alirannya semakin tidak jelas. Kondisi tersebut dikhawatirkan memperbesar ancaman ketika debit air dari hulu meningkat.

“Saya ingin menyampaikan suara masyarakat. Artinya suara hati mereka,” kata Sukardi.

Ia mendesak adanya normalisasi Sungai Cidadap agar aliran air kembali memiliki jalur yang lebih jelas sekaligus mengurangi ancaman terhadap lingkungan sekitar.

“Enggak kelihatan bentuk sungainya, enggak kelihatan bentuk aliran ke mana airnya ngalir,” ujarnya.

Bagi warga, normalisasi bukan lagi sekadar persoalan memperbaiki sungai. Ada keselamatan kampung yang dipertaruhkan.

Sebab jika sebelumnya yang menjadi korban adalah sawah, kini jarak gerusan dengan permukiman semakin dekat.

Warga khawatir kerusakan tidak berhenti pada lahan pertanian. Majelis, masjid dan rumah-rumah yang berada di sekitar kampung ikut berada dalam bayang-bayang ancaman.

Sukardi menggambarkan kondisi ekonomi warga setelah kehilangan lahan pertanian dengan perumpamaan yang menggambarkan betapa sulitnya kehidupan mereka.

“Kalau kita bilang periuk penanak nasi sudah balik. Artinya yang bolong ke atas sekarang sudah balik lagi, yang enggak bolong itu justru malah di atas,” tuturnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sirnaresmi, Rumah Sekdes di Cisolok Tak Tersisa
Sukabumi Mulai Waspada Abu Vulkanik, Kepala Sekolah Bisa Alihkan Pembelajaran ke Daring
Api Menyambar Stok BBM, Pemilik Warung di Simpenan Ditemukan Meninggal 
Ancaman Gerusan Tanah di Depan Mata, Warga Leuwi Gadog Simpenan Desak Normalisasi Sungai Cidadap
Toko Akuarium dan Kelontong di Palabuhanratu Jual Miras, Polisi Sita Ratusan Botol Beralkohol 
Mayat Perempuan Karanghawu Diduga ODGJ, Sempat Ditolong Perawat Dua Hari Sebelumnya
Warga Pasir Honje Palabuhanratu Kesulitan Air Bersih, Polisi Turunkan Water Cannon
Di Hadapan Bupati, Kepsek SD Sukaraja Bongkar Cerita di Balik Keributan Oknum Wartawan

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 11:43 WIB

Sungai Cidadap Menggerus Sawah hingga Mata Pencaharian, Kini Permukiman Di Simpenan Jadi Sasaran

Senin, 7 September 2026 - 11:38 WIB

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sirnaresmi, Rumah Sekdes di Cisolok Tak Tersisa

Minggu, 6 September 2026 - 15:14 WIB

Api Menyambar Stok BBM, Pemilik Warung di Simpenan Ditemukan Meninggal 

Sabtu, 5 September 2026 - 19:53 WIB

Ancaman Gerusan Tanah di Depan Mata, Warga Leuwi Gadog Simpenan Desak Normalisasi Sungai Cidadap

Rabu, 2 September 2026 - 17:22 WIB

Toko Akuarium dan Kelontong di Palabuhanratu Jual Miras, Polisi Sita Ratusan Botol Beralkohol 

Berita Terbaru

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam