Di Hadapan Bupati, Kepsek SD Sukaraja Bongkar Cerita di Balik Keributan Oknum Wartawan

Rabu, 2 September 2026 - 13:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kepala SDN 2 Sukaraja, Siti Jualaeha, blak-blakan mengungkap dugaan intimidasi yang selama ini dialami pihak sekolah dari oknum wartawan berinisial AG. Pengakuan itu disampaikan saat Bupati Sukabumi H Asep Japar menemui pihak sekolah, Selasa (1/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Siti didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Deden Sumpena, Pengawas Bina Ahmad Yani dan Ketua PGRI Kecamatan Sukaraja Alan.

Siti mengungkap, peristiwa yang terekam dalam video dan beredar di media sosial tersebut bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, AG disebut berulang kali datang ke lingkungan sekolah dan membuat para guru merasa ketakutan.

Bahkan, kata Siti, AG terkadang datang bersama istrinya dan disebut datang dalam kondisi mabuk.

“Kami tuh kalau datang dia ke sekolah, kami ketakutan karena sering mengamuk dan mengancam. Meminta jatah bulanan dengan berbagai alasan. Karena jika tidak dikasih pasti mengamuk” ungkap Kepala Sekolah SDN Sukaraja 2.

Siti mengatakan, AG juga kerap mengeluarkan kata-kata kasar saat berada di lingkungan sekolah. Kondisi tersebut membuat pihak sekolah merasa tertekan hingga akhirnya aksi AG direkam oleh pihak sekolah.

“AG juga sering mengamuk mengeluarkan kata-kata binatang. Hingga akhirna peristiwa itu di videokan pihak sekolah.”

Menurut Siti, kejadian berulang tersebut telah menimbulkan rasa takut dan trauma di kalangan guru.

“Kami pihak sekolah merasa terintinidasi oleh AG selama ini. Kami ketakutan bapak bahkan para guru trauma kalau ada AG” ungkap Kepsek.

Pengawas Bina SD Kecamatan Sukaraja, Ahmad Yani, membenarkan bahwa kejadian serupa disebut bukan pertama kali terjadi di lingkungan sekolah.

“Ini bukan kali pertama terjadi, saya suka kasihan kepada sekolah-sekolah. Mudah-mudahan hal ini menjadi pelajaran dikemudian hari. Atas arahan pak kadisdik Alhamdulillah tindakan ini sudah diserahkan pada proses hukum” ungkap Ahmad Yani.

Sementara itu, Bupati Sukabumi H Asep Japar mengecam tindakan kekerasan maupun intimidasi yang terjadi di lingkungan pendidikan. Menurutnya, persoalan semacam itu tidak hanya berdampak terhadap guru, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis peserta didik.

“Saya mengecam kekerasan di dunia pendidikan karena akan menganggu psykis anak-anak. Saya juga meminta ibu tetap sabar biarkan proses ini menjadi ranah hukum. Soalnya bukan hanya menganggu pendidikan tapi akan mengganggu tugas jurnalistik atau media yang betul-betul menjalankan profesinya” kata Bupati.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Pengemudi Toyota Rush Penabrak Lima Pejalan Kaki di Parungkuda Diamankan Polisi
Pria Tertemper KA Pangrango di Parungkuda Alami Luka di Kepala
Cetak Jurnalis Muda, PKBM Ummi Kulsum Kota Sukabumi Bekali Siswa Ilmu Jurnalistik
Dulu Susah Air, Kini 60 KK dan Siswa SDN Cikole Nikmati Manfaat Sumur Bor TMMD
Jaga Harmoni Bersama Warga, DLH Tekankan Pengelolaan Lingkungan bagi Usaha Peternakan
Serangan Lalat dan Bau Tak Kunjung Hilang, Warga Nagrak Desak Tutup Permanen
Pria 28 Tahun di Nagrak Ditemukan Gandir, Polisi Temukan Pesan Terakhir
Dua Truk ‘Adu Banteng’ di Parungkuda, Sopir Diduga Mengantuk

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Pengemudi Toyota Rush Penabrak Lima Pejalan Kaki di Parungkuda Diamankan Polisi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Cetak Jurnalis Muda, PKBM Ummi Kulsum Kota Sukabumi Bekali Siswa Ilmu Jurnalistik

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Dulu Susah Air, Kini 60 KK dan Siswa SDN Cikole Nikmati Manfaat Sumur Bor TMMD

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Jaga Harmoni Bersama Warga, DLH Tekankan Pengelolaan Lingkungan bagi Usaha Peternakan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:50 WIB

Serangan Lalat dan Bau Tak Kunjung Hilang, Warga Nagrak Desak Tutup Permanen

Berita Terbaru