Mayat Perempuan Karanghawu Diduga ODGJ, Sempat Ditolong Perawat Dua Hari Sebelumnya

Rabu, 2 September 2026 - 13:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Misteri identitas jasad perempuan tanpa identitas yang ditemukan di pesisir Pantai Karanghawu, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, mulai menemui titik terang.

Perempuan yang sebelumnya berstatus Mrs X tersebut diduga kuat merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang sempat terlantar dan berpindah-pindah di kawasan Palabuhanratu hingga Cisolok sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.

Dugaan itu menguat setelah Tim Inafis Satreskrim Polres Sukabumi mencocokkan ciri fisik jasad dengan data serta keterangan tenaga medis yang sebelumnya sempat memberikan pertolongan kepada seorang perempuan terlantar beberapa hari sebelum penemuan jasad.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi Iptu Dudi Suharyana membenarkan adanya kesesuaian antara ciri-ciri perempuan yang sebelumnya ditangani tenaga medis dengan jasad yang ditemukan di pesisir Cisolok.

“Betul, informasi dan hasil penelusuran dari tim identifikasi memang seperti itu. Ciri-cirinya identik dengan jasad perempuan yang ditemukan pada Jumat pagi kemarin di pesisir Cisolok,” ungkap Iptu Dudi Suharyan, Selasa kemarin (1/9/2026).

Jejak perempuan tersebut diketahui beberapa hari sebelum jasadnya ditemukan. Salah satunya berasal dari keterangan Lutfi, seorang perawat Puskesmas Cikakak yang sempat memberikan pertolongan di kawasan Grand Inna Samudra Beach Hotel (SBH), Rabu (26/8/2026).

Saat itu, Lutfi mendapat laporan dari petugas keamanan hotel mengenai seorang perempuan terlantar yang tergeletak dalam kondisi lemas.

“Awalnya ada laporan dari satpam Grand Inna bahwa ada ODGJ yang sedang sakit dan tidak berdaya. Menurut laporan satpam, dia sudah ada di Grand Inna sejak pagi,” kata Lutfi saat ditemui di Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi.

Lutfi kemudian mendatangi lokasi dan memeriksa kondisi perempuan tersebut. Saat diperiksa, terdapat luka pada bagian pelipis yang menurut pengakuan perempuan itu terjadi akibat terjatuh.

“Setelah dilihat, ada luka di bagian pelipis, seperti robek sedikit. Menurut ODGJ tersebut, lukanya karena jatuh,” ujarnya.

Luka tersebut kemudian mendapat pertolongan menggunakan perlengkapan pertolongan pertama yang tersedia. Setelah penanganan selesai, Lutfi kembali ke Puskesmas Cikakak.

Namun, setelah itu keberadaan perempuan tersebut tidak diketahui oleh Lutfi. Berdasarkan informasi petugas keamanan hotel, perempuan itu kemudian meninggalkan kawasan Grand Inna dan berjalan ke arah Cisolok.

Keterangan tersebut menjadi salah satu rangkaian informasi yang kini ditelusuri polisi untuk memastikan identitas jasad perempuan yang ditemukan di pantai.

Lutfi juga masih mengingat sejumlah ciri perempuan yang ditemuinya. Saat itu, korban disebut mengenakan celana pendek dan membawa tas selempang.

“Kalau tidak salah pakai tas saja, tas selempang, pake cincin, tapi engga jelas kondisi cincinnya,” katanya.

Sementara itu, sejumlah aksesori yang ditemukan pada jasad menjadi petunjuk tambahan bagi polisi. Di antaranya rantai pada bagian perut dengan bandul batu akik, jam tangan analog, gelang, kalung, serta sejumlah tato pada tubuh.

Meski ciri-ciri tersebut mulai mengarah pada sosok perempuan yang sebelumnya ditemukan terlantar, identitas korban secara resmi masih dalam proses penelusuran.

Jasad perempuan tersebut sebelumnya telah dimakamkan oleh petugas RSUD Palabuhanratu di TPU Batu Sapi setelah tidak ada keluarga yang datang untuk mengambil ataupun memberikan informasi terkait korban.

Polisi juga masih membuka kemungkinan adanya keluarga yang mengenali korban melalui ciri fisik dan aksesori yang dikenakan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang mengetahui atau merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri fisik maupun aksesori yang sesuai, segera melapor ke Mapolsek Cisolok atau Satpolairud Polres Sukabumi,” kata Dadi.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua
Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu
Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 
Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!
Wabup Andreas Pantau Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug, Pemkab Sukabumi Perkuat Penanganan
Puluhan Rumah Rusak, Wabup Andreas Bakal Temui Warga Terdampak di Cicurug
Jalur Air Warga Ditutup Urugan, Kekhawatiran Banjir Mengintai Kampung Mariuk Simpenan 
Soal Lahan Parkir Pasar Palabuhanratu Bergolak, Ini Sikap Masing-masing Pihak!

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Wabup Andreas Pantau Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug, Pemkab Sukabumi Perkuat Penanganan

Berita Terbaru