Sukabumi Menggugat! Massa Desak Ayep Zaki Mundur dari Kursi Wali Kota

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:50 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Gelombang protes besar mengguncang Balai Kota Sukabumi, Selasa (2/6/2026). Ratusan Ketua RT dan RW dari berbagai wilayah Kota Sukabumi turun ke jalan menagih janji yang selama ini mereka nilai belum terealisasi.

Aksi yang dikenal sebagai Aksi 2.6.26 itu berubah menjadi sorotan publik setelah massa secara terbuka mendesak Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, untuk mundur dari jabatannya.

Sejak pagi, kawasan Balai Kota dipadati massa yang membawa berbagai tuntutan, mulai dari realisasi program RT-RW, dana abadi, hingga pembayaran insentif yang dinilai terlambat. Orasi demi orasi menggema di depan kantor pemerintahan, menandakan kekecewaan yang telah lama terpendam.

Dalam pertemuan dengan peserta aksi, Ayep Zaki menegaskan bahwa pemerintah kota tetap berkomitmen merealisasikan insentif dan honor RT-RW. “Keterbatasan fiskal daerah dan berkurangnya anggaran sebagai alasan utama belum terealisasinya sejumlah program yang dijanjikan,” tegas Ayep Zaki.

Namun penjelasan tersebut tampaknya belum mampu meredam kemarahan massa. Sejumlah peserta aksi menyatakan kecewa dan menilai jawaban yang disampaikan wali kota belum memberikan kepastian yang mereka harapkan.

“Kami memberikan ultimatum politik dan menuntut evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan Kota Sukabumi. Jika tidak becus, Mundur!,” tegas massa aksi.

Tak berhenti di Balai Kota, massa kemudian bergerak menuju gedung DPRD Kota Sukabumi untuk menyampaikan tuntutan yang sama. Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat aparat keamanan guna menjaga situasi tetap kondusif.

Aksi 2.6.26 ini menjadi salah satu aksi sosial-politik terbesar di Kota Sukabumi tahun 2026. Kini publik menanti langkah konkret Pemerintah Kota Sukabumi dalam menjawab tuntutan para RT dan RW yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat di tingkat lingkungan.

“Jika janji tidak kunjung ditepati, kepercayaan masyarakat bisa menjadi harga yang paling mahal untuk dibayar.”

Reporter: CR24 | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Tragis! Ayah dan Anak Meninggal dalam Kecelakaan Tunggal di Panenjoan Ciemas
Dugaan Asusila Anak di Ujunggenteng, Polisi Tetapkan Tetangga Korban sebagai Tersangka
Tendangan Wabup Andreas Buka Persaingan 71 Sekolah di Bupati Cup 2026
Lahan Sawit di Parakansalak Terbakar, Petugas Gabungan Evakuasi Cepat 
Uang Rp34,9 Juta Raib di Parungkuda, Diduga Digasak Pelaku Modus Gembos Ban
Bawa Muatan 9 Ton, Truk Terguling di Tanjakan Baed Warungkiara
Perahu Nelayan Hampir Tenggelam di Perairan Palabuhanratu, Ikan Pepetek Berhamburan
Dugaan Peras Poktan, Pria Ngaku KPK Jabar Terancam 9 Tahun Kurungan 

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 10:38 WIB

Tragis! Ayah dan Anak Meninggal dalam Kecelakaan Tunggal di Panenjoan Ciemas

Selasa, 29 September 2026 - 08:05 WIB

Dugaan Asusila Anak di Ujunggenteng, Polisi Tetapkan Tetangga Korban sebagai Tersangka

Senin, 28 September 2026 - 13:54 WIB

Tendangan Wabup Andreas Buka Persaingan 71 Sekolah di Bupati Cup 2026

Minggu, 27 September 2026 - 20:34 WIB

Lahan Sawit di Parakansalak Terbakar, Petugas Gabungan Evakuasi Cepat 

Jumat, 25 September 2026 - 18:22 WIB

Uang Rp34,9 Juta Raib di Parungkuda, Diduga Digasak Pelaku Modus Gembos Ban

Berita Terbaru