JURNALSUKABUMI.COM – Lonjakan pasien di RSUD Sekarwangi, Cibadak, membuat ruang Instalasi Gawat Darurat (UGD) sempat mengalami overkapasitas. Dari kapasitas normal 40 tempat tidur, UGD rumah sakit tersebut sempat menampung hingga 53 pasien dalam waktu bersamaan.
Direktur RSUD Sekarwangi, dr Asep Suherman, mengatakan membludaknya pasien terjadi karena banyak warga datang di waktu yang hampir bersamaan. Kondisi itu membuat ruang UGD terlihat penuh dan padat.
“UGD kami kapasitasnya 40 tempat tidur, namun sempat diisi 53 pasien secara bersamaan, sehingga terlihat overkapasitas,” ujar Asep Suherman saat ditemui di RSUD Sekarwangi Cibadak, Senin (11/05/2026).
Meski demikian, pihak rumah sakit memastikan pelayanan tetap berjalan. Pasien yang kondisinya mulai stabil langsung dipindahkan ke ruang perawatan atau diperbolehkan pulang agar tempat di UGD bisa kembali digunakan.
RSUD Sekarwangi juga menegaskan tidak akan menolak pasien, termasuk warga yang tidak memiliki jaminan kesehatan.
“Pada prinsipnya, punya jaminan atau tidak, pasien tidak boleh ditolak. Yang utama adalah memberikan pertolongan terlebih dahulu,” tegas Asep.
Di tengah lonjakan pasien, rumah sakit masih menghadapi kekurangan tenaga medis, khususnya dokter spesialis penyakit dalam bidang hematonkologi atau kanker darah.
Sementara itu, Bupati Sukabumi Asep Japar yang turun langsung meninjau kondisi rumah sakit menilai antrean pasien masih tergolong wajar. Menurutnya, meningkatnya jumlah pasien menjadi tanda tingginya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.
“Kalau pasien membeludak dan harus antre, itu hal yang wajar. Yang penting semuanya tetap bisa dilayani dengan baik,” kata Asep Japar.
Pemerintah daerah kini mendorong peningkatan kapasitas layanan RSUD Sekarwangi, mulai dari penambahan fasilitas hingga jumlah tempat tidur. Rumah sakit juga tengah melengkapi berbagai sarana medis seperti Cath Lab untuk penanganan jantung, mamografi, hingga ruang kemoterapi guna mengurangi rujukan pasien ke luar daerah.
Redaktur: Ujang Herlan










