“Terima kasih Pak Prabowo Subianto dan Pak Heri Gunawan, kami jadi lebih semangat ke sekolah.”
Ucapan polos itu meluncur dari bibir seorang siswa SDN 1 Mangkalaya, Desa Cibolang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, di tengah suasana riuh penuh kegembiraan. Bagi ratusan anak di sekolah itu, kehadiran program Makan Bergizi Gratis dan kunjungan langsung wakil rakyat bukan sekadar agenda formal, melainkan suntikan semangat baru yang membuat mereka datang ke sekolah dengan hati lebih ringan dan penuh harapan.
Laporan: Ujang Herlan (Pemimpin Redaksi Jurnalsukabumi.com)
Pagi itu, Senin (04/05/2026) halaman SDN 1 Mangkalaya di Desa Cibolang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, terasa berbeda. Suara tawa anak-anak pecah lebih riuh dari biasanya. Ratusan siswa berbaris rapi, namun tak mampu menyembunyikan rasa antusias mereka. Hari itu bukan hari sekolah biasa hari itu mereka kedatangan tamu istimewa, Heri Gunawan.
Sorot mata penasaran bercampur bahagia terlihat jelas. Beberapa siswa saling berbisik, sebagian lagi melambaikan tangan dengan wajah sumringah. Kehadiran seorang anggota DPR RI ke sekolah mereka menjadi momen langka bahkan mungkin yang pertama kali mereka rasakan.
Di antara kerumunan itu, Revalina Aiko (11), siswi kelas 5A, tampak tak berhenti tersenyum. Baginya, hari itu bukan hanya tentang kunjungan pejabat, tetapi tentang perasaan diperhatikan.
“Senang banget… jadi merasa diperhatikan. Terimakasih Pak Presiden, Haturnuhun Pak Heri Gunawan,” ucapnya pelan, sambil menahan malu.
Bagi Revalina dan teman-temannya, perhatian itu terasa nyata melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang setiap hari mereka nikmati. Program tersebut bukan sekadar soal makanan, tetapi juga menghadirkan rasa aman bahwa kebutuhan mereka dipikirkan.
“Bisa ngirit jajan juga,” tambahnya singkat, disambut tawa kecil teman-temannya.
Namun pagi itu, rasa syukur mereka terasa lebih lengkap. Kehadiran Heri Gunawan seperti menjadi bukti bahwa program yang mereka rasakan tidak berjalan begitu saja, melainkan diawasi langsung hingga ke sekolah.
Di sudut lain, beberapa siswa tampak memperhatikan dengan serius saat Heri Gunawan berbincang dengan guru dan pengelola program. Mereka mungkin belum sepenuhnya memahami apa itu “monitoring” atau “distribusi gizi”, tetapi mereka tahu satu hal ada orang penting yang datang untuk memastikan mereka tetap makan dengan baik.
Heri Gunawan sendiri berjalan menyusuri area sekolah, sesekali menyapa siswa, melihat langsung proses penyajian makanan, hingga berdialog dengan pihak sekolah. Baginya, kunjungan ini bukan sekadar agenda, tetapi bagian dari tanggung jawab untuk memastikan program berjalan utuh.
“Kita ingin melihat langsung, dari proses memasak sampai diterima oleh siswa,” ujarnya.
Di balik keseriusan itu, ada hal-hal kecil yang luput dari perhatian banyak orang seperti antrean panjang siswa saat mengambil makanan di bawah terik matahari. Hal inilah yang kemudian menjadi catatan penting baginya.
Namun bagi para siswa, detail teknis itu tak mengurangi kebahagiaan mereka. Yang mereka rasakan sederhana: hari itu mereka disapa, diperhatikan, dan dianggap penting.
Ketua Yayasan Tidar Biru Sejahtera, Muhammad Sayyid Agil, melihat momen ini sebagai sesuatu yang lebih dari sekadar kunjungan kerja. Ia menyaksikan langsung bagaimana kehadiran seorang wakil rakyat mampu menghadirkan semangat baru bagi anak-anak.
“Ini bukan hanya monitoring, tapi juga memberikan motivasi dan kebahagiaan bagi siswa,” katanya.
Kunjungan itu mungkin hanya berlangsung beberapa jam. Namun bagi ratusan siswa SDN 1 Mangkalaya, momen tersebut akan tersimpan lebih lama sebagai cerita yang akan mereka kenang.
Tentang hari ketika sekolah mereka didatangi seorang anggota DPR RI. Tentang hari ketika mereka merasa benar-benar diperhatikan.
Dan di balik semua itu, terselip rasa syukur yang sederhana namun tulus. (*).






