JURNALSUKABUMI.COM – Yayasan Padepokan Pandan Ireng kembali meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Cisaat Cibatu III di Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Kamis (22/1/20206).
Kegiatan tersebut berkolaborasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak usia sekolah.
Ketua Yayasan Padepokan Pandan Ireng, Heru Aceel, mengatakan acara dimulai dengan grand opening running dan launching SPPG Dapur Cisaat Cibatu III dan diakhiri dengan tasyakuran.

“Pembukaan Dapur MBG Cibatu Cisaat III ini menjadi langkah awal kami untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat di wilayah Sukabumi,” kata Heru Aceel.
Didampingi Dewan Pembimbing Drs. Dadang Rahardja, SH, MH serta Dewan Pembina Maulana Syarifudin, Heru Aceel menjelaskan bahwa dapur MBG tersebut melayani ribuan penerima manfaat. Sasaran program meliputi siswa PAUD hingga SMA/SMK, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di wilayah sekitar.
Ia menambahkan, operasional dapur MBG merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menekan angka stunting sekaligus meningkatkan prestasi akademik melalui pemenuhan gizi yang terukur.
Selain itu, SPPG Dapur MBG Cibatu Cisaat III juga menerapkan skema ekonomi kerakyatan. Sebanyak 85 persen anggaran operasional dialokasikan untuk penyerapan bahan pangan dari petani, peternak, dan pedagang lokal di Sukabumi.
“Skema ini diharapkan memberikan dampak ekonomi berganda bagi masyarakat sekitar,” ucapnya.
Sementara itu, diakui Heru Aceel seluruh proses pengolahan makanan telah memenuhi standar higiene dan sanitasi. Setiap porsi makanan juga telah diverifikasi oleh ahli gizi sesuai standar BGN.
“Dapur MBG Cisaat Cibatu III ditargetkan mampu memproduksi hingga 3.000 porsi per hari yang didistribusikan ke sekolah-sekolah di wilayah sekitar di bawah koordinasi Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi. Para guru di sekolah penerima juga mendapatkan jatah makanan untuk mendukung pengawasan pola makan sehat di lingkungan sekolah,” paparnya.
Sebagai informasi, Badan Gizi Nasional menargetkan Program Makan Bergizi Gratis pada tahun 2026 menjangkau 82,9 juta penerima manfaat dengan dukungan anggaran sebesar Rp335 triliun.
Redaktur: Ujang Herlan






