Diterpa Bencana, KDM Bongkar Problem Sukabumi Akibat Rusaknya Alam

Kamis, 30 Oktober 2025 - 11:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Bencana banjir dan longsor yang kembali melanda Kabupaten Sukabumi mendapat sorotan tajam dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).

Menurutnya, akar permasalahan bencana di Sukabumi bukan semata-mata karena hujan deras, melainkan akibat kerusakan alam yang sudah terjadi sejak lama.

“Apakah betul itu disebabkan karena ada bukaan lahan? Bukaan lahan itu peruntukannya untuk apa. Problem Sukabumi itu satu: alam. Mau di bulak balik pun alam yang hampir rusak,” tegas Dedi.

Dedi menyoroti paradoks yang terjadi di Sukabumi: pembangunan infrastruktur terus digencarkan, anggaran besar dikucurkan, namun bencana tetap berulang hampir setiap tahun.

“Bayangin provinsi Jawa Barat Hari ini. Berapa sih Sukabumi yang terus kita bangun. Bahkan hari ini alokasi juga gede-gede untuk bangunan. Tapi kan bencananya terus terusan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa selama kawasan hulu terus dieksploitasi dengan pembukaan lahan dan alih fungsi area hijau, maka upaya pembangunan di bawah tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Sehingga tidak bisa hanya membangun infrastrukturnya saja di hilir, tetapi kan di atasnya harus di selesaikan,” tuturnya.

Dalam momentum Hari Jadi Kabupaten Sukabumi, KDM mengaku telah memberikan instruksi langsung kepada bupati untuk melakukan perubahan tata ruang wilayah. Ia menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap larangan alih fungsi lahan demi menjaga keseimbangan ekosistem.

“Saya minta kepada pa Bupatinya, tata ruangnya rubah, dan semua orang harus mentaati larangan alih fungsi lahan,” ungkapnya.

Peringatan ini bukan hanya ditujukan kepada pemerintah daerah, tetapi juga masyarakat dan pelaku usaha. KDM menilai, menjaga lingkungan bukan pilihan, melainkan syarat utama agar Sukabumi terbebas dari bencana berulang.

“Mudah-mudahan saja mentaati, dan Bupatinya bisa menerjemahkan apa yang menjadi keinginan alam untuk menjaga,” tutupnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Colt Mini Hangus Terbakar di Parungkuda, Temuan Jeriken Jadi Perhatian Petugas
Nah Lho! Satpol PP Sidak Pedagang Oleh-oleh di Pamuruyan dan Temukan Pelanggaran Ini
Dua Guru Sukabumi Raih Prestasi di Korea Selatan, Lahirkan Inovasi Smart Hanjeli
BGN Hentikan Operasional 58 SPPG di Sukabumi, Ini Penyebabnya!
Hergun Percepat Program Strategis Pertanahan di Sukabumi, Apa Saja?
Kejati Jabar Tahan Sekretaris DPRD Indramayu Terkait Korupsi Tunjangan Senilai Rp18,7 Miliar
Bupati Asep Japar Titip Pesan untuk Pemuda Sukabumi: Jaga Persatuan, Bangun Daerah
Viral Adu Jotos di Padepokan Ciracap, Dua Orang Kini Berstatus Tersangka

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 11:54 WIB

Colt Mini Hangus Terbakar di Parungkuda, Temuan Jeriken Jadi Perhatian Petugas

Rabu, 4 November 2026 - 11:19 WIB

Nah Lho! Satpol PP Sidak Pedagang Oleh-oleh di Pamuruyan dan Temukan Pelanggaran Ini

Senin, 2 November 2026 - 14:47 WIB

Dua Guru Sukabumi Raih Prestasi di Korea Selatan, Lahirkan Inovasi Smart Hanjeli

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:49 WIB

BGN Hentikan Operasional 58 SPPG di Sukabumi, Ini Penyebabnya!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:47 WIB

Hergun Percepat Program Strategis Pertanahan di Sukabumi, Apa Saja?

Berita Terbaru