Emak-emak Laporkan Sekelompok Pria Mengaku Wartawan ke Polisi di Sukabumi

Kamis, 9 Oktober 2025 - 18:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Sejumlah kaum emak-emak di Kabupaten Sukabumi mendatangi Mapolres Sukabumi. Mereka melaporkan sekelompok pria yang mengaku wartawan lantaran merasa resah dan dirugikan oleh konten yang dipublikasikan melalui media sosial.

Aksi para ibu-ibu ini bermula dari unggahan video di Facebook yang menayangkan perkelahian antarpelajar di wilayah Kecamatan Warungkiara. Dalam unggahan berikutnya, pemilik akun menuliskan caption provokatif bertuliskan anak pemilik yayasan arogansi menantang, dilaporkan dan diviralkan.

Video itu langsung menimbulkan kegaduhan. Tak hanya pihak sekolah dan yayasan, sejumlah ibu-ibu yang merupakan wali murid juga merasa tertekan dan mendapat ancaman akan dilaporkan ke polisi.

“Kami keberatan, karena video anak-anak yang berkelahi itu disebarkan tanpa izin dan tanpa konfirmasi apapun. Padahal pihak sekolah sudah menyelesaikan persoalan itu secara musyawarah, anak-anaknya pun sudah saling memaafkan,” kata Arpi Salas (20), salah satu ibu yang turut datang ke Polres Sukabumi, Kamis (9/10/2025).

Arpi menyebut, para ibu-ibu datang bukan untuk memperpanjang masalah, tetapi untuk mencari keadilan dan melindungi anak-anak mereka dari pemberitaan yang tidak benar.

“Kami juga kaget, kenapa harus diviralkan padahal masalahnya sudah selesai. Mereka yang menyebarkan sendiri dan kemudian seolah-olah mengklarifikasi, padahal tidak ada izin dari pihak sekolah maupun orang tua,” imbuhnya.

Sementara itu, Muhammad Aditia Nasrudin, anak dari pemilik yayasan tempat siswa bersekolah, mengaku sempat didatangi empat orang pria yang mengaku wartawan. Mereka datang ke rumahnya pada malam hari sekitar pukul 19.30 WIB, meminta klarifikasi terkait video perkelahian tersebut.

“Ini jadi persoalan bagi saya karena mengganggu ketertiban dan mengganggu saya yang sedang istirahat. Mereka datang malam-malam, memaksa untuk berbicara dengan bapak dan ibu saya, lalu melakukan perekaman tanpa izin di dalam rumah,” jelas Aditia.

Aditia menuturkan, video duel pelajar itu awalnya hanya kejadian kecil yang sudah diselesaikan pihak sekolah bersama orang tua. Namun belakangan, beberapa video pun terus diunggah di media sosial dengan narasi yang menyudutkan yayasan.

“Mereka enggak ada izin untuk merekam. Termasuk video di dalam rumah pribadi kami, itu direkam tanpa sepengetahuan kami. Padahal masalah sudah selesai dengan baik di sekolah, tapi mereka datang lagi dan memviralkan video itu,” ujarnya.

Ketika ditanya, Aditia mengaku telah memeriksa identitas para pria tersebut.

“Mereka memang menunjukkan ID card, tapi setelah dicek ternyata tidak tercatat di media yang disebutkan dan tidak terdaftar di Dewan Pers. Akunnya hanya aktif di Facebook dan YouTube,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan
Ratusan Buruh ‘Kepung’ Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Keluhkan Pencaloan Pencairan

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:46 WIB

Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terbaru