Rapid Test 4000 Masyarakat Kota Sukabumi, Fahmi: Hasil Reaktif Wajib Isolasi

Sabtu, 23 Mei 2020 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Pemerintah Kota Sukabumi sudah melakukan 4000 rapid test ke sejumlah masyarakat baik yang beraktivitas di beberapa pusat perbelanjaan maupun lokasi rawan penyebaran virus Corona, semenjak virus Corona merebak di wilayahnya tersebut.

Wali Kota Sukabumi, Sekaligus Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Achmad Fahmi mengatakan, dari hasil rapid test tersebut sedikitnya beberapa masyarakat terindikasi Reaktif dan Non Reaktif Corona.

“Untuk total keseluruhan sejak merebak virus Corona di Kota Sukabumi. Sudah ada 4000 rapid test yang di lakukan. Hasilnya, ada yang reaktif dan non reaktif,” ujar Fahmi kepada wartawan, Sabtu (23/05/20).

Fahmi belum menyebutkan secara rinci jumlah pasti hasil rapid test warga terkompirmasi reaktif. Namun jumlah nya diperkirakan mencapai ratusan orang.

“Ada sekitar ratusan jadi insyaallah masih bisa terkendali,” sebutnya.

lanjut Fahmi, penanganan selanjutnya bagi warga yang terkompirmasi reaktif corona, akan di lakukan isolasi mandiri dan tes swab yang akan di kirim ke Labkesda Provinsi Jawa Barat.

“Sementara untuk reaktif akan di tindak lanjuti dengan tes swab dan isolasi mandiri sampai hasil swab nya keluar,” ujar Fahmi.

Sementara itu hari ini, Pemerintah Kota Sukabumi kembali melakukan rapid test ke sejumlah masyarakat yang beraktivitas di pusat perbelanjaan Kota Sukabumi, kali ini lokasi yang dipilih merupakan pusat perbelanjaan Ramayana, Jalan Tipar Gede, Kota Sukabumi.

Rapid test tersebut merupakan test terakhir di masa Pembatasan Sosial Besekala Besar (PSBB) di Kota Sukabumi, dan saat ini tercatat selama empat gelombang rapid test dilakukan sedikitnya sudah ada 400 rapid test.

“Ini tahap terakhir sehingga jumlah Rapid Test selama PSBB ini 400 rapid test sudah di laksanakan, Dari gelombang pertama dan kedua sudah kita umumkan hasilnya. Tinggal gelombang ke tiga kemarin dan hari ini nanti kita akan umum kan juga kepada rekan media,” ujarnya.

Tambah dia, Pusat keramaian yang di pilih menjadi titik lokasi rapid test. kemarin berada di wilayah atas tepatnya di Jalan Ahmad Yani, City Mall dan hari ini di wilayah bawah pusat keramaian tempatnya di Jalan Tipar Gede, pusat perbelanjaan Ramayana.

“Nanti setelah PSBB kita akan lakukan lagi,” tandasnya.

Reporte: Rirki Rahardian II Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Polisi Ringkus Empat Pelaku Kasus Pengeroyokan Maut di Sukaraja, Dua Orang Masih Buron
Atasi Parkir Liar, Halaman Depan RSUD Palabuhanratu Disterilkan Petugas Gabungan
Viral Dugaan Pemerkosaan Anak di Parungkuda, Terduga Pelaku Sempat Diamuk Massa
Mahar Belum Terbayar, Nyawa Sudah Melayang: Tragedi Karyawan Minimarket di Jampangkulon
BK Lakukan Pendalaman Dugaan Pelanggaran Etik Anggota DPRD Kota Sukabumi
Bupati Sukabumi Asep Japar Lepas Jemaah Haji Kloter 13, Titip Doa untuk Kemajuan Kabupaten Sukabumi
Sempat Lumpuh Akibat Longsor, Arah Ibu Kota via Tol Bocimi Kembali Dibuka
KM 72 Ambrol, Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi Berhenti Total Arah Ibu Kota

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:49 WIB

Polisi Ringkus Empat Pelaku Kasus Pengeroyokan Maut di Sukaraja, Dua Orang Masih Buron

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:38 WIB

Atasi Parkir Liar, Halaman Depan RSUD Palabuhanratu Disterilkan Petugas Gabungan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:55 WIB

Viral Dugaan Pemerkosaan Anak di Parungkuda, Terduga Pelaku Sempat Diamuk Massa

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:39 WIB

Mahar Belum Terbayar, Nyawa Sudah Melayang: Tragedi Karyawan Minimarket di Jampangkulon

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:38 WIB

BK Lakukan Pendalaman Dugaan Pelanggaran Etik Anggota DPRD Kota Sukabumi

Berita Terbaru

RAGAM

DPPKB: Kampung KB Desa Kalibunder Jadi Pusat Perubahan

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:44 WIB