Kasus Raya di Sukabumi, Ketua DPRD: Alarm Keras bagi Pemerintah Daerah

Selasa, 19 Agustus 2025 - 21:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Tragedi meninggalnya Raya, balita berusia 3 tahun asal Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, masih menyisakan duka mendalam. Anak yang masuk kategori BGM (Bawah Garis Merah) itu menghembuskan napas terakhir dalam kondisi mengenaskan, tubuhnya dipenuhi cacing.

Kasus ini viral di media sosial dan menjadi sorotan tajam terhadap lemahnya sistem perlindungan anak serta pelayanan kesehatan dasar di daerah.

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam. Ia menyebut peristiwa ini bukan sekadar kasus kesehatan, melainkan tragedi kemanusiaan yang harus menjadi momentum perbaikan serius.

“Peristiwa ini sungguh menyentuh hati kita semua. Ini bukan sekadar kasus, tapi tragedi kemanusiaan yang harus menjadi momentum perbaikan serius,” tegas Budi, Selasa (19/8/2025).

Budi mengakui, kasus Raya baru mendapat perhatian luas setelah viral di media sosial. Menurutnya, hal ini menjadi bahan introspeksi bagi seluruh pemangku kebijakan, termasuk DPRD. Ia menekankan, pemerintah daerah harus lebih peka terhadap persoalan yang dialami masyarakat di akar rumput, khususnya anak-anak dalam kondisi rawan gizi.

Sebagai bentuk tindak lanjut, DPRD Kabupaten Sukabumi akan segera memanggil sejumlah pihak, mulai dari Dinas Kesehatan, camat, hingga puskesmas, untuk mencari tahu di mana letak kelemahan koordinasi maupun intervensi gizi yang selama ini tidak tepat sasaran.

“Kami ingin tahu kenapa program gizi tidak menjangkau anak seperti Raya, padahal anggaran sudah tersedia setiap tahun,” kata Budi.

Tak hanya itu, DPRD juga membuka opsi membentuk Panitia Khusus (Pansus) atau Panitia Kerja (Panja) guna mendalami kasus ini secara menyeluruh. Langkah tersebut bukan sekadar untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan sistem pelayanan kesehatan dasar benar-benar berjalan optimal dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

“Setiap anak berhak tumbuh sehat, tanpa terkendala kemiskinan maupun kelalaian sistem,” tandasnya.

 

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Puluhan Rumah Rusak, Wabup Andreas Bakal Temui Warga Terdampak di Cicurug
Jalur Air Warga Ditutup Urugan, Kekhawatiran Banjir Mengintai Kampung Mariuk Simpenan 
Soal Lahan Parkir Pasar Palabuhanratu Bergolak, Ini Sikap Masing-masing Pihak!
Usai Angin Kencang Terjang Cicurug, Bupati Asep Japar Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Purwasari Diterpa Cuaca Ekstrem, 52 Rumah Rusak dan 9 Pohon Tumbang
Identitas Mayat di Bawah Tol Bocimi Belum Terungkap, Kaos Barong Jadi Petunjuk Utama
30 Persen Saluran Rusak, Petani di Palabuhanratu Hadapi Ancaman Gagal Produksi
Pohon Beringin Puluhan Tahun di SMAN 1 Cicurug Tumbang, 12 Kendaraan Tertimpa

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Puluhan Rumah Rusak, Wabup Andreas Bakal Temui Warga Terdampak di Cicurug

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Soal Lahan Parkir Pasar Palabuhanratu Bergolak, Ini Sikap Masing-masing Pihak!

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:41 WIB

Usai Angin Kencang Terjang Cicurug, Bupati Asep Japar Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Purwasari Diterpa Cuaca Ekstrem, 52 Rumah Rusak dan 9 Pohon Tumbang

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Identitas Mayat di Bawah Tol Bocimi Belum Terungkap, Kaos Barong Jadi Petunjuk Utama

Berita Terbaru

HEADLINE

Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks

Jumat, 2 Okt 2026 - 14:12 WIB