Ngeri! King Kobra Sepanjang 3 Meter Dievakuasi dari Rumah Warga di Cikole Sukabumi

Senin, 21 Juli 2025 - 19:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Seekor ular jenis King Kobra dengan panjang sekitar 3 meter berhasil dievakuasi dari sebuah rumah warga di Jalan Veteran, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Senin (21/7/2025) sore.

Evakuasi dilakukan oleh tim animal rescue Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kota Sukabumi setelah menerima laporan dari pemilik rumah yang khawatir akan bahaya ular berbisa tersebut.

Kepala Seksi Damkar Satpol PP Kota Sukabumi, Dadi Kusmawandi, menjelaskan bahwa peristiwa bermula sekitar pukul 16.20 WIB.

“Anak pemilik rumah melihat ular di lantai dua dan langsung melapor karena khawatir. Tim kami segera meluncur ke lokasi,” ujar Dadi.

Tim yang tiba di lokasi langsung melakukan penanganan. Setelah diamankan, ular tersebut dipastikan merupakan King Kobra, salah satu jenis ular berbisa paling mematikan di dunia.

“Begitu dievakuasi, ternyata jenisnya bukan sekadar kobra, tapi King Kobra. Sangat berbahaya,” tegasnya.

Ukuran ular yang cukup besar membuat proses evakuasi berlangsung menegangkan dan menantang. Tiga anggota tim diterjunkan dan menggunakan alat khusus seperti snake hook untuk menangani ular berbisa.

“Evakuasi selesai sekitar pukul 17.15 WIB. Prosesnya cukup sulit karena ular sangat berbisa dan lokasi di lantai dua cukup sempit,” tutur Dadi.

Ia menambahkan, keselamatan petugas menjadi prioritas utama karena patukan ular jenis ini dapat berakibat fatal.

Ular yang berhasil diamankan tidak langsung dilepas ke alam. Sesuai prosedur, King Kobra tersebut akan dikarantina sementara di posko Damkar.

“Biasanya ular yang baru ditangkap stres. Kalau langsung dilepas ke alam bisa mati. Jadi kami karantina dulu sebelum diserahkan ke BKSDA,” jelas Dadi.

Pelepasan ke habitat alaminya akan dilakukan setelah koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah Bogor untuk menentukan lokasi yang aman.

Menanggapi kejadian ini, Damkar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan agar ular tidak masuk ke dalam rumah.

“Pastikan rumah dalam kondisi bersih. Hindari tumpukan barang seperti kardus, kayu, atau sampah yang bisa menjadi tempat persembunyian ular,” ujar Dadi.

Ia juga menyarankan warga segera melapor ke Damkar jika menemukan satwa liar berbahaya di lingkungan tempat tinggal.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

 

Berita Terkait

Anggaran Rp12,6 Miliar Jembatan Cibeureum Disorot, DPRD Kota Sukabumi Minta Dibahas Ulang
LSM Gapura Desak Kejari Periksa Proyek Air Minum ‘Bobrok’ di Caringin
Banjir Luapan Sungai Rendam 20 Rumah di Cibadak
Longsor di Sukalarang Sukabumi, Satu Warga Meninggal Dunia
Bupati Sukabumi dan Penasihat Presiden Resmikan Huntap untuk Korban Bencana
Sampah di Padaasih Cisaat Identik dari SPPG, Ilyas: Kami Tetap Turun Bersihkan!
Cuaca Ekstrem, TPT Irigasi di Kadulawang Sukabumi Ambruk Timpa Rumah Warga
Polusi Debu Proyek Tol Bocimi Seksi 3 Menghantui Warga Karangtengah Sukabumi

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 18:36 WIB

Anggaran Rp12,6 Miliar Jembatan Cibeureum Disorot, DPRD Kota Sukabumi Minta Dibahas Ulang

Minggu, 19 April 2026 - 13:05 WIB

LSM Gapura Desak Kejari Periksa Proyek Air Minum ‘Bobrok’ di Caringin

Sabtu, 18 April 2026 - 20:57 WIB

Banjir Luapan Sungai Rendam 20 Rumah di Cibadak

Kamis, 16 April 2026 - 20:39 WIB

Longsor di Sukalarang Sukabumi, Satu Warga Meninggal Dunia

Kamis, 16 April 2026 - 15:04 WIB

Bupati Sukabumi dan Penasihat Presiden Resmikan Huntap untuk Korban Bencana

Berita Terbaru

HEADLINE

Banjir Luapan Sungai Rendam 20 Rumah di Cibadak

Sabtu, 18 Apr 2026 - 20:57 WIB

EKBIS

Tahara BPR Sukabumi Cicurug Tetap Jadi Primadona

Sabtu, 18 Apr 2026 - 19:17 WIB

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777