JURNALSUKABUMI.COM– Mahasiswa Universitas Trisakti tengah melaksanakan program Kuliah Usaha Mandiri – Ilmu Teknologi Terapan Desa (KUM-ITT) Tahun Ajaran 2024/2025 di Desa Ambarjaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan potensi desa melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Program KUM-ITT Desa ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Desa Ambarjaya agar mampu mengembangkan usaha mandiri berbasis teknologi terapan.
Para mahasiswa akan berkolaborasi dengan warga desa untuk mengidentifikasi potensi lokal, memberikan pelatihan, serta mengimplementasikan solusi teknologi yang relevan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.

“Kami berharap melalui program KUM-ITT ini, ilmu dan teknologi yang para mahasiswa pelajari di bangku kuliah dapat benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Kami ingin membantu warga Desa Ambarjaya untuk menciptakan peluang usaha baru dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” ujar Prof. Dr. Ir. Astri Rinanti Direktur Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat Universitas Trisakti.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi Desa Ambarjaya, sejalan dengan visi Universitas Trisakti untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan mampu berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
“Semoga kehadiran para mahasiswa kami bisa mewujudkan pembangunan desa berkelanjutan, atau Sustainable Development Goals (SDGs) Desa. Sehingga, ke depannya Desa Ambarjaya merupakan desa yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu menghadapi tantangan masa depan, selaras dengan kearifan lokal,” harapanya.
Masih kata Prof. Dr. Ir. Astri Rinanti, SDGs Desa merupakan turunan dari SDGs global yang disesuaikan untuk konteks desa, dengan ragam program dengan tujuan yang mencakup berbagai aspek pembangunan.
“Penerapan SDGs Desa melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, masyarakat, dan pihak swasta. Sehingga mahasiwa akan langsung berinteraksi dengan kepala desa, PKK, masyarakat yang tujuannya agar pembangunan desa lebih tepat sasaran, sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dan mampu mendorong kemandirian desa. Pelaksanaan SDGs Desa juga harus memperhatikan kearifan lokal dan potensi desa agar pembangunan berkelanjutan dapat tercapai,” tandasnya.
Reporter: Ifan | Redaktur: Ujang Herlan












