Gempa Samudera Hindia Terasa Hingga Sukabumi Sore Ini, Begini Penjelasan BMKG

Selasa, 19 Mei 2020 - 18:41 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Gempa. (Angelo Giordano)

i

Ilustrasi Gempa. (Angelo Giordano)

JURNALSUKABUMI.COM – Getaran gempa dirasakan warga di sejumlah wilayah di Sukabumi. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mendeteksi gempa berpusat di Samudera Hindia di Selatan Pulau Jawa.

Gempa bumi tektoknik dengan magnitudo 5,2 terjadi pada pukul 17.00.17 WIB, Selasa (19/5/2020). Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo Mw=4,8.

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8.14 LS dan 107.89 BT , atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 82 km arah Barat Daya Kota Pangandaran, Jawa Barat pada kedalaman 60 km.

BMKG menjelaskan, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktifitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menujam di bawah Lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme naik ( thrust fault ).

Guncangan gempabumi ini dirasakan di sebagian wilayah Kabupaten Sukabumi dengan skala III-IV MMI. Di Tasikmalaya, sebagian wilayah Sukabumi lainnya, dan Ciamis III MMI. Sementara di Parongpong, Puncak, Cisarua, Sagaranten, Kabupaten Bandung, dan Cilacap II MMI

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

Hingga hari Selasa, 19 Mei 2020 pukul 18.00 WIB, Hasil monitoring BMKG menunjukkan belum adanya aktivitas gempabumi.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Kemudian periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah.

Reporter: Riki Rahardian | Redaktur: FK Robby

Berita Terkait

BGN Hentikan Operasional 58 SPPG di Sukabumi, Ini Penyebabnya!
Hergun Percepat Program Strategis Pertanahan di Sukabumi, Apa Saja?
Kejati Jabar Tahan Sekretaris DPRD Indramayu Terkait Korupsi Tunjangan Senilai Rp18,7 Miliar
Bupati Asep Japar Titip Pesan untuk Pemuda Sukabumi: Jaga Persatuan, Bangun Daerah
Viral Adu Jotos di Padepokan Ciracap, Dua Orang Kini Berstatus Tersangka
Tragis! Ayah dan Anak Terseret Ombak di Pantai Istiqomah Sukabumi Sang Ayah Tewas
Tantan Sulton Tekankan Profesionalisme Wartawan, PWI Sukabumi Diminta Perkuat Kompetensi!
SMSI-RRI Bersatu Lawan Hoaks, Perkuat Kompetensi dan Informasi Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:47 WIB

Hergun Percepat Program Strategis Pertanahan di Sukabumi, Apa Saja?

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Kejati Jabar Tahan Sekretaris DPRD Indramayu Terkait Korupsi Tunjangan Senilai Rp18,7 Miliar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Bupati Asep Japar Titip Pesan untuk Pemuda Sukabumi: Jaga Persatuan, Bangun Daerah

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:13 WIB

Viral Adu Jotos di Padepokan Ciracap, Dua Orang Kini Berstatus Tersangka

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:38 WIB

Tragis! Ayah dan Anak Terseret Ombak di Pantai Istiqomah Sukabumi Sang Ayah Tewas

Berita Terbaru