Jembatan Putus, 71 Nelayan di Tegalbuleud Terjebak di Bekas Dermaga

Rabu, 16 Oktober 2024 - 13:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Sebanyak 71 nelayan di Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, terjebak di bekas dermaga SBP setelah jembatan penghubung dermaga terputus akibat dihantam ombak besar pada Rabu (16/10/2024).

Dermaga yang berjarak sekitar satu kilometer dari daratan itu sebelumnya tersambung melalui jembatan beton, namun sempat rusak dan masyarakat setempat menyambungnya dengan bambu.

Gelombang tinggi yang menerjang perairan Selatan Sukabumi menghancurkan sambungan bambu tersebut, sehingga para nelayan yang sedang menangkap ikan di bekas dermaga tidak dapat kembali ke daratan. Ombak setinggi 3 hingga 5 meter membuat upaya penyelamatan sulit dilakukan.

Kasat Polairud Polres Sukabumi, AKP Tenda Sukendar, menjelaskan bahwa para nelayan terjebak di bagian tengah dermaga yang masih tersisa.

“Dermaga tersebut terputus di tengah. Dulunya, jembatan beton ini patah, dan nelayan menyambungnya dengan bambu untuk bisa melanjutkan aktivitas menangkap ikan. Namun, pagi ini, ombak besar menghantam dan memutuskan jembatan bambu itu,” jelas AKP Tenda.

Hingga kini, faktor cuaca dan gelombang tinggi menjadi kendala utama dalam upaya evakuasi. Kapal-kapal nelayan maupun kapal milik Basarnas dan Satpol Airud belum bisa menjangkau lokasi. Pihak Polairud telah berkoordinasi dengan pemilik kapal-kapal besar di Palabuhanratu untuk memberikan bantuan dalam evakuasi.

“Kita masih berupaya untuk menyelamatkan para nelayan yang terjebak. Gelombang tinggi menyulitkan kami untuk mencapai dermaga dengan kapal-kapal kecil, sehingga kami berkoordinasi dengan pemilik kapal besar di Palabuhanratu,” lanjut AKP Tenda.

Diketahui, para nelayan tersebut sudah berada di dermaga sejak pagi dan berencana untuk kembali ke daratan setelah menangkap ikan, namun cuaca ekstrem menghancurkan akses mereka. Pihak kepolisian dan instansi terkait masih terus memantau situasi dan berharap cuaca segera membaik agar proses evakuasi bisa berjalan lancar.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Dampak Pembangunan Jalan Gudang di Kota Sukabumi, Sejumlah Toko Sepi dan Omzet Turun
LSM Gapura Desak Kejari Periksa Proyek Air Minum ‘Bobrok’ di Caringin
Banjir Luapan Sungai Rendam 20 Rumah di Cibadak
Longsor di Sukalarang Sukabumi, Satu Warga Meninggal Dunia
Bupati Sukabumi dan Penasihat Presiden Resmikan Huntap untuk Korban Bencana
Polusi Debu Proyek Tol Bocimi Seksi 3 Menghantui Warga Karangtengah Sukabumi
Gus Uha Jawab Isu Mangkrak Proyek Gedung MUI Cikembar Rp 3 Miliar, Hingga Soal Segel Kontraktor Paving Blok
Satnarkoba Polres Sukabumi Kota Tangkap 47 Orang Pengedar Sabu

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 13:05 WIB

LSM Gapura Desak Kejari Periksa Proyek Air Minum ‘Bobrok’ di Caringin

Sabtu, 18 April 2026 - 20:57 WIB

Banjir Luapan Sungai Rendam 20 Rumah di Cibadak

Kamis, 16 April 2026 - 20:39 WIB

Longsor di Sukalarang Sukabumi, Satu Warga Meninggal Dunia

Kamis, 16 April 2026 - 15:04 WIB

Bupati Sukabumi dan Penasihat Presiden Resmikan Huntap untuk Korban Bencana

Senin, 13 April 2026 - 17:40 WIB

Polusi Debu Proyek Tol Bocimi Seksi 3 Menghantui Warga Karangtengah Sukabumi

Berita Terbaru

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777