Antisipasi Megathrust di Sukabumi, Sekda: Kesiapan Pemerintah dan Mitigasi Tsunami

Kamis, 3 Oktober 2024 - 18:21 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Pemerintah Kabupaten Sukabumi menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana Megathrust, gempa bumi besar yang berisiko menimbulkan tsunami setinggi 16 meter di wilayah pesisir.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, dalam Rapat Koordinasi Penanganan Bencana yang diadakan di Grand Sunshine Resort & Convention, Kabupaten Bandung, Kamis (3/10/2024).

Rapat yang dihadiri oleh perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat dan para pemangku kepentingan lainnya, bertujuan untuk mempersiapkan langkah penanganan bencana terkait gempa Megathrust, hidrometeorologi (seperti banjir dan tanah longsor), serta kesiapan menghadapi Pilkada 2024.

Dalam rapat tersebut, Sekda Ade Suryaman menyampaikan bahwa Kabupaten Sukabumi termasuk dalam wilayah yang sangat rawan bencana, terutama terkait potensi gempa bumi Megathrust yang dapat memicu tsunami besar.

Berdasarkan pemaparan dari BMKG dan Badan Geologi, wilayah Sukabumi dapat terkena dampak tsunami dengan ketinggian gelombang yang diperkirakan mencapai 16 meter.

“BMKG memaparkan bahwa jika terjadi tsunami akibat gempa Megathrust, ketinggian gelombang bisa mencapai 16 meter di wilayah pesisir Sukabumi,” ungkap Sekda Ade.

Menyikapi potensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk meningkatkan mitigasi bencana serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan pesisir. Wilayah-wilayah seperti Geopark Ciletuh, Cisolok, Cikakak, Palabuhanratu, hingga Tegal Buled termasuk dalam fokus utama upaya mitigasi.

“BPBD Sukabumi bersama pihak terkait harus segera mensosialisasikan langkah mitigasi kepada masyarakat, terutama di wilayah pesisir yang berpotensi terkena dampak tsunami. Masyarakat perlu memahami risiko serta tindakan yang harus diambil jika bencana terjadi,” lanjut Ade.

Sekda Ade juga mengingatkan bahwa meskipun bencana Megathrust belum pasti terjadi, kewaspadaan dan persiapan tetap menjadi prioritas utama. Ia berharap masyarakat tidak panik namun tetap waspada dan mematuhi arahan terkait mitigasi bencana.

“Megathrust bisa terjadi atau tidak, namun kesiapsiagaan kita harus maksimal. Kami harap informasi dari rapat ini dapat disampaikan ke seluruh masyarakat, terutama di tingkat kecamatan,” tambahnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

HUT TNI ke-81, Forkopimcam Parakansalak Beri Kejutan Kue Kekuatan untuk Koramil
HUT TNI ke-81, Dandim 0607 Sampaikan Amanat Panglima: Kepercayaan Rakyat Sebagai Amanah
Bencana Datang, Pangan Terancam, Narkoba Mengintai: Ini Fokus Kodim 0622 Sukabumi
Dari Ancaman Hibrida hingga Bencana di Momen HUT TNI, Kodim 0622 Sukabumi Perkuat di Wilayah
Puluhan Rumah Rusak, Wabup Andreas Bakal Temui Warga Terdampak di Cicurug
Pemkab Sukabumi Dorong Sinergi Kejaksaan dan Pers Perkuat Pengawasan Pemerintahan
Penerangan Hukum Kejari Sukabumi Bersama Pers: Merawat Kepercayaan, Mengawal Keadilan
Bupati Sukabumi Tekankan Semangat Persatuan di Momentum Hari Kesaktian Pancasila

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:05 WIB

HUT TNI ke-81, Forkopimcam Parakansalak Beri Kejutan Kue Kekuatan untuk Koramil

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Bencana Datang, Pangan Terancam, Narkoba Mengintai: Ini Fokus Kodim 0622 Sukabumi

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Dari Ancaman Hibrida hingga Bencana di Momen HUT TNI, Kodim 0622 Sukabumi Perkuat di Wilayah

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Puluhan Rumah Rusak, Wabup Andreas Bakal Temui Warga Terdampak di Cicurug

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Pemkab Sukabumi Dorong Sinergi Kejaksaan dan Pers Perkuat Pengawasan Pemerintahan

Berita Terbaru